<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219</id><updated>2011-04-22T03:29:01.412+07:00</updated><category term='Kudap'/><category term='Laras'/><category term='Pernik'/><category term='Sehat'/><category term='Celoteh'/><title type='text'>obrolansenja</title><subtitle type='html'>Mengobrol di teras rumah dengan sepotong roti dan secangkir kopi di kala senja</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3557474114273685595</id><published>2007-11-12T19:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T19:26:41.765+07:00</updated><title type='text'>Boyongan</title><content type='html'>Akhirnya aku memutuskan untuk boyongan ke rumah baru. Kupikir, ruangannya lebih luas. Tetangganya juga lebih banyak. Jadi kalau aku mau mengobrol, aku melongokkan kepala lewat jendela di teras depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga. Rumah baru itu berada di permukiman yang sudah terlanjur padat. Konon ada ribuan penghuni baru setiap harinya. Tapi entahlah, tentu tidak semuanya aktif bercerita. Kalau pun iya, waduh... betapa hiruk pikuknya permukiman baruku itu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru hiruk pikuk itu yang menggodaku untuk boyongan. Dua temanku yang rajin ngeblog sudah duluan di situ. Dan kupikir menarik juga untuk mengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampirlah ke rumah baruku di &lt;a href="http://www.obrolansenja.wordpress.com/"&gt;http://www.obrolansenja.wordpress.com/&lt;/a&gt;. Seperti biasa, kamu akan kuajak mengobrol di teras rumahku. Kita mengobrol mengobral cerita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3557474114273685595?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3557474114273685595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3557474114273685595' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3557474114273685595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3557474114273685595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/11/boyongan.html' title='Boyongan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-1958015150670250302</id><published>2007-10-20T07:11:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T08:22:11.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Kartu Mang Ocoy</title><content type='html'>Aku bertemu dengannya di sepenggal ruas jalan Asia Afrika. Mang Ocoy, demikian ia memperkenalkan dirinya meski ia sebenarnya bernama Asep. Ah, ya kupikir ia memang lebih suka dipanggil Mang Ocoy karena sudah terlalu banyak Asep di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku heran mengapa ia menyebut dirinya mang. Kupikir, sebutan itu hanya cocok untuk lelaki setengah baya. Kemeja kotak-kotak warna krem lengan panjang yang digulung selengan dan celana warna senada membuatnya tak cocok dipanggil mang. Sepatunya pun boot semata kaki, mirip seperti punya seorang teman yang gemar naik gunung. Ia memakai topi ala pak Tino Sidin yang membuatnya makin tampak seperti pelukis jalanan. Kutaksir usianya baru sekitar 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku salah. Makin lama aku mengobrol dengannya kerut merut di wajahnya pun ikut bicara. Pun makin jelas pula tanda-tanda penuaan yang mampir di kepalanya itu. Di balik topi baretnya, rambutnya yang ikal sudah beruban. Ya, dia sudah pantas disebut mang. Anaknya pun sudah dua, si sulung pun sudah menginjak remaja. Ia pun mengaku sudah berusia 50-an tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya tampak seperti seniman, Mang Ocoy memang seniman. Di depan sebuah toko, ia menggantung beberapa lukisan dan sketsa. Macam-macam lukisannya, mulai dari lukisan pemandangan gunung, sawah, laut, pohon kelapa lengkap dengan gubug bambu dan matahari, hingga lukisan wajah artis kesohor seperti Nike Ardila. Selain itu, ia juga membuat kartu ucapan segala macam: Lebaran, ulang tahun, atau cinta. Tinggal bilang apa yang diingini. Namun, bila pemesan tak punya kata ucapan, ia punya setumpuk contoh. Seluruhnya menggunakan kata-kata bersayap berbunga-bunga. Ia akan mengukir kata-kata itu di atas selembar kertas foto. Dengan tangan terampilnya, kertas foto itu diubah menjadi kartu ucapan lengkap dengan hiasan pemandangan yang lagi-lagi ada gunung, pohon kelapa, gubug, dan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, tanpa terduga, aku mendapatkan satu darinya. Bersampul putih dan tertempel perangko di sudutnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Majulah kedepan.. capailah bintang sejatimu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Raihlah semua cita dan citra&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku yang jauh kan ikut mendo'akan agar&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kamu sukses, bahagia, dan tidakkan melupakanku, ok!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat Idul Fitri 1428 H&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mohon Maaf lahir dan bathin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ya, Mang, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-1958015150670250302?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/1958015150670250302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=1958015150670250302' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1958015150670250302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1958015150670250302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/10/kartu-mang-ocoy.html' title='Kartu Mang Ocoy'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-7698239121127754537</id><published>2007-10-08T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T20:46:43.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Obrolan Sore</title><content type='html'>&lt;em&gt;BUZZ&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu muncul tanpa suara di &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt;-ku. Ah, rupanya seorang teman lama yang memang sudah kutunggu selama 30 menit di sore hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu, dua pesan singkat yang dikirim dua teman lama mampir ke hapeku. Isinya sama, mengajak bertemu di &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt; tepat pukul 5 sore. Sementara mereka berdua juga mengusahakan bikin pertemuan dengan belasan teman yang laen di markas grafis milik &lt;a href="http://negerikatakata.blogspot.com/"&gt;Aleks&lt;/a&gt; di bilangan Ponggalan. Sore ini mereka berbuka puasa bersama, sebuah tradisi yang selalu kami genggam dalam delapan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitunganku, inilah kali pertama kami menyengajakan bertemu sejak aku lulus kuliah tiga tahun lalu. Meski pertemuanku ini hanya di sebuah &lt;em&gt;chat room&lt;/em&gt;, tapi cukuplah buatku untuk mengudap masa lalu. Mendadak sore ini rasanya seperti delapan tahun lalu ketika kami masih sering memenuhi plaza kampus dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, kami masih sama seperti yang dulu. Gemar mengumbar canda dan masih saja suka bercerita. Meski cerita kami bersahaja tapi pertemanan kami hangat adanya. Dulu, kami memang suka bermain bersama. Tidak hanya di pelataran kampus. Yogya mutlak menjadi milik kami, tempat berbagi senja di Ngrenehan, atau pagi di kaki Merapi, atau juga siang di Kali Kuning. Kami pun sempat merasai lekukan Wonogiri dan Temanggung yang bergunung-gunung. Sempat juga merasai dinginnya hembusan angin gunung di Tawang Mangu. Ya, pertemanan ini sungguh penuh warna seperti yang sempat terekam dalam jepretan kamera &lt;a href="http://flickr.com/photos/mashroel"&gt;Masroel&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu seperti mampir kembali sore ini di layar komputerku. Meski tawa dan senyum digantikan oleh si smiley emoticon tak mengapa. Sore ini tetaplah menjadi milik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari teman, kita &lt;a href="http://sosiologidolan99.wordpress.com/"&gt;bermain&lt;/a&gt; bersama lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-7698239121127754537?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/7698239121127754537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=7698239121127754537' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7698239121127754537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7698239121127754537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/10/obrolan-sore.html' title='Obrolan Sore'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5560879463968018831</id><published>2007-09-27T19:58:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T21:34:01.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Matahari Pakai Payung … Mau Shoping, nih?</title><content type='html'>Belum genap jam 11 ketika kami di dalam ruangan ber AC dikejutkan oleh teriakan Yenti, “Lihat-lihat matahari, bagus banget deh!” sambil berlari-lari menuju jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak yang lain mengikuti. Benar saja. Dari jendela mati di dinding itu terlihat matahari siang itu tidak biasa. &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/27/144730.htm"&gt;Ada cincin pelangi di sekelilingnya&lt;/a&gt;. Matahari jadi seperti bola api kecil di tengah lingkaran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan yang kegirangan dengan fenomena menakjubkan itu segera berlari ke lantai lima. Dari lantai puncak gedung jelas terlihat bagaimana cantiknya sang matahari yang terlihat sedang dipayungi bayangan gelap tepat di atas kepala kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sabar ingin berbagi cerita tentang pemandangan menakjubkan itu, aku pun mengirimkan pesan singkat ke beberapa teman salah satunya tentu ke pasangan duet mawutku: &lt;a href="http://www.leonanik.blogspot.com/"&gt;si tetangga kamar kos&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Niks, matahari bgs. Cepat2!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian muncul balasan yang tak kalah menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bgs-mksdmu bigsale?kpn gt?akhrny aq g kmana2 ndah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tobaaat.... Rupanya si tetangga kamar itu mengira topik siang itu adalah Matahari yang jualan segala macam barang. Ada yang &lt;em&gt;shoping minded&lt;/em&gt; ternyata!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5560879463968018831?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5560879463968018831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5560879463968018831' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5560879463968018831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5560879463968018831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/matahari-pakai-payung-mau-shoping-nih.html' title='Matahari Pakai Payung … Mau Shoping, nih?'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3633236338916632383</id><published>2007-09-26T20:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T15:09:24.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Cerita Angin</title><content type='html'>Semalam angin bercerita tentang sebuah negeri yang jauh. Negeri di ujung timur dengan hamparan laut biru kehijauan dan padang coklat kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tau, mengapa lautnya begitu biru?” tanya angin. Senja yang duduk dihadapannya menggeleng. ”Karena itu adalah laut kesedihan yang menampung tangisan ribuan orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja terhenyak. Tak pernah ia tahu ada kesedihan yang dapat meluap sedemikian hebat dan terabadikan dalam lautan yang bertahan ribuan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Penduduk negeri menangis ribuan tahun, hati mereka yang telah beku dan membiru larut terbawa hujan. Mengaliri lembah, memenuhi anak-anak sungai. Sampai di laut, larutan biru mengubah laut yang semula berwarna hijau rumput menjadi kebiruan.” tutur angin lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin berhembus pelan. Ia mengatur nafasnya sebelum memulai lagi ceritanya. ”Semua membiru, hanya padangnya yang tidak. Aku melihat semuanya senja, bagaimana hamparan padang itu memerah karena tergenang darah. Darah para pemberani yang terbuang dalam kesia-siaan. Sejak itu tak satu batang rumput pun dapat tumbuh. Tanahnya menjadi gersang berwarna coklat kemerahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak tidak, aku bahkan tak mau lagi ke sana. Dan tak ada yang mau. Aku hanya melihatnya lewat sebuah celah sempit. Kini ada tembok setinggi manusia berdiri yang memisahkan kematian dan kehidupan. Tak ada yang mau mengantarku masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Negeri itu indah namun tak bertuan, senja. Hanya ada seorang guru yang kutemui pada sebuah kapal yang bergegas berlayar meninggalkan negeri itu. Darinya aku tahu, negeri itu sudah terlalu berdarah untuk dipertahankan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam angin bercerita tentang tragedi di sebuah negeri. Tragedi di Santa Cruz, Dili 12 November 1991.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3633236338916632383?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3633236338916632383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3633236338916632383' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3633236338916632383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3633236338916632383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/cerita-angin.html' title='Cerita Angin'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-9116903373073315140</id><published>2007-09-23T19:15:00.000+07:00</published><updated>2007-09-23T20:05:23.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Seminggu Meja Baru</title><content type='html'>Aku punya meja baru yang kubeli minggu lalu di Lapangan Gasibu. Meja itu terbuat dari kayu tak berplitur. Kaki-kakinya langsing kecil yang bisa dilipat ke badan meja persis seperti meja setrika. Sementara permukaan meja dibungkus kain warna hitam yang di atasnya terpampang gambar mobil BMW yang juga hitam. Seluruh permukaan meja itu dilapisi plastik bening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tumpukan meja model serupa di Lapangan Gasibu, meja itulah yang paling sempurna. Paling tidak, gambar BMW tertempel mulus, kaki mejanya tidak doyong ke kanan atau ke kiri, dan yang pasti permukaannya cukup lebar untuk menampung rentangan dua siku tanganku. Yak yak, meja seharga 25 ribu itu membuat niat belajarku berkobar-kobar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya belajar! Sudah hampir empat bulan ini aku ikut les bahasa Perancis kelas dasar banget. Dan selama itu pula aku menyalin catatan, membaca diktat, atau membuat flash card dengan menelungkupkan badanku di lantai. Jelas lah pegel. Posisi tulang punggung yang tidak semestinya bikin &lt;a href="http://obrolansenja.blogspot.com/2006/08/susu-hi-cal.html"&gt;punggungku nyeri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri punggung itu juga yang lantas membuatku berpikir betapa nyaman jika aku punya meja kecil nan praktis lagi ringan sebagai tempat menulis apapun. Bagaimana pun juga meja itu akan mendukung kebiasaanku menulis mulai dari hal penting seperti pembukuan pribadi yang selalu tekor hingga pembukuan harian celoteh yang isinya banyak gak penting. Dan bagai botol bertemu tutupnya, keinginanku pun membayang nyata ketika tetangga sebelah kamar membeli meja kecil nan praktis lagi ringan. Dia pula yang membawaku ke bapak penjual meja di Lapangan Gasibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keinginan tak selalu seiring kenyataan. Sudah seminggu meja baru itu di kamarku, aku belum menggunakannya. Padahal, niatnya semula adalah "kalau punya meja kecil nan praktis lagi ringan, aku akan rajin belajar." Ternyata kok ya tidak ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-9116903373073315140?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/9116903373073315140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=9116903373073315140' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/9116903373073315140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/9116903373073315140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/seminggu-meja-baru.html' title='Seminggu Meja Baru'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3963619842916617905</id><published>2007-09-03T19:21:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T17:23:16.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Suatu Siang di Gedung Sialan</title><content type='html'>Memasuki pelataran parkir gedung di sudut Jalan Japati. Perasaanku sudah tidak tenang. Sepotong masa lalu sekilas lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku parkir motorku tepat di bawah pohon beringin rindang. Parkiran motor yang penuh itu membuat aku dan motorku harus berdesak-desakan. Tapi sesungguhnya emosiku yang saat itu terdesak. Segumpal memori melesak menggedor jantung dan paru-paruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus menghadapinya... Jantungku mendetakkan irama teratur: nal nal nal.. jangan emosional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjejakkan kaki di teras gedung. Pintu kaca yang diprogram otomatis sontak terbuka. Jantungku masih sama mendetakkan irama teratur: nal nal nal ... jadilah profesional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan wajahku memanas. Aku tahu tidak akan menemukan wajah lelaki itu di gedung itu. Tentu saja, karena tempatnya memang bukan di situ. Tapi gedung sialan itu mengingatkanku pada impian dan harapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kutemui siang tadi adalah seorang front officer merangkap operator telepon yang duduk dengan malas. Tanpa senyum dia menyapaku. Dari punggungnya yang selalu bersandar di kursi empuknya itu, dan kepala yang sedikit doyong dari badannya, aku tahu, dia malas menerimaku. Aku pun memasang tampang tak kalah malas. Tak ada basa-basi. Tak ada kata permisi. Aku ingin bergegas pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di parkiran aku cuma bisa mengutuki diriku. Baru beberapa bulan, dan rasa itu masihlah bercokol di dadaku. Hunjaman pisau itu terlalu dalam. Meski sudah tercabut, bekas pisau menanggalkan luka yang masih basah. Saat itu juga aku berdoa semoga luka itu tidak menjadi borok di tubuhku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sini kubantu keluarkan motor, kamu tampak bingung!" Lelaki yang sedari tadi ada di sampingku bersuara semilir angin. Dengan sigap, ia mengambil alih motorku, mengeluarkannya dari impitan motor-motor di parkiran gedung sialan itu. Tanpa sengaja dia menyentuh punggung tanganku dan seketika memori masa lalu buyar. Ah, dunia kiranya masih sudi berputar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3963619842916617905?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3963619842916617905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3963619842916617905' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3963619842916617905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3963619842916617905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/09/suatu-siang-di-gedung-sialan.html' title='Suatu Siang di Gedung Sialan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5707094534052170992</id><published>2007-08-31T19:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T21:20:23.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Ketempling</title><content type='html'>Di telingaku, kata &lt;em&gt;ketempling&lt;/em&gt; sungguh lucu. Otak jawaku akan segera mengaitkannya dengan sesuatu yang kecil dan tipis seperti uang logam yang kalau jatuh ke lantai keramik bunyinya berdenting. Mengingatkan suara lonceng kecil yang di gendang telinga Jawaku berbunyi &lt;em&gt;klining-klining&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan gemblong. Kata itu sungguh tidak terdengar merdu di telingaku. Kata itu berbunyi mirip gerbong, ompong, gembong, tong, dan apapun yang mengingatkanku pada sesuatu yang besar, kosong, suram dan sedikit ketidakberuntungan. Pendeknya membuat ulu hatiku mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya dua kata itu adalah sama. Ketempling atau gemblong adalah keripik khas asal Kuningan. Tentu saja aku memilih menggunakan kata ketempling ketimbang gemblong. Camilan ini terbuat dari singkong yang diparut dan dicetak bundar setipis uang logam. Sebelum digoreng, adonan ini dijemur dulu supaya kadar airnya hilang. Jadilah ketempling yang renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketempling pertamaku kutemui di sebuah festival makanan tradisional di Bandung. Waktu itu, ibu penjaga stand yang ramah memperkenalkan beberapa keping ketempling padaku, gratis! Ibu penjaga stand bilang kalau di tempat asalnya ketempling sering dijadikan teman makan bakso atau pengganti kerupuk ketika makan. Tapi ternyata aku tidak perlu bakso atau nasi rames. Satu keping ketempling kurasai enak. Dua keping tambah enak. Mau coba sekeping lagi malu. Makanya, keluar dari stand itu aku membungkus seperempat ons ketempling. Ludes kumakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketempling selanjutnya kudapat dari seorang teman yang berbaik hati membagi ketemplingnya. Katanya, ketempling itu stok wajib di rumahnya. Maklum keluarganya sepertinya juragan ketempling dan emping. Aku diberinya beberapa ons ketempling dengan oncom garing di atasnya. Serta beberap ons lainnya ketempling polos dengan titik-titik daun seledri di permukaannya. (Hmm, tentang seledri ini aku tidak yakin, hanya menduga saja). Dan seperti ketempling pertamaku, seplastik besar ludes kusikat hingga remah-remahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, niatanku untuk datang ke pabrik ketempling pupus. Seiring dengan dibatalkannya rencanaku untuk pergi ke daerah asal ketempling itu. Ya sudahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5707094534052170992?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5707094534052170992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5707094534052170992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5707094534052170992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5707094534052170992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/ketempling.html' title='Ketempling'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3392028191643436239</id><published>2007-08-21T19:42:00.000+07:00</published><updated>2007-08-26T20:11:19.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Nasi Tangkar untuk Yang Lapar</title><content type='html'>Tidak ada yang menarik dari warung itu. Warung itu cuma terdiri dari gerobag besar di tambah tiga buah bangku panjang yang ditaruh tiga sisinya. Tidak ada dinding. Satu-satunya penyekat yang memberi efek ruang tertutup di warung itu hanya kain bekas spanduk berwarna seadanya, entah putih atau kuning. Kain itu berfungsi pula sebagai papan nama yang menawarkan menu andalan warung: Nasi Tangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, perut kami yang lapar setelah perjalanan melelahkan mengukur Jakarta raya seharian membawa kami ke warung nasi tangkar itu. Kami tahu tentang nasi itu dari seorang teman yang asal Karawang, tentu dengan cerita berbumbu: nasi itu sangat enak dengan kuah mirip gulai yang hangat rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku berharap berhenti di sebuah rumah makan layak. Ada wastafel buat mencuci tangan dengan sabun, dan ada toilet tempat aku membasuh muka yang lengket. Tapi jam sebelas malam di pusat kota Karawang, hanya tinggal jajaran warung gerobag di sekitar alun-alun yang bersetia menawarkan aneka makanan. Salah satunya ya, warung nasi tangkar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mana yang lebih dominan, rasa laparku atau kuah hangat berempah yang sedang kusantap. Potongan kikil bercampur lemak yang dimasak bersama ramuan kuah mirip gulai itu membuat lidah kami bergoyang-goyang. Disajikan hangat dalam mangkuk. Bersisian dengan sepiring nasi putih yang juga hangat bertabur bawang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini seperti gulai tapi lebih encer. Rasanya jadi lebih ringan!" kata satu temanku sambil menuang sambal dan acar sembari mengaduk-aduk mangkuknya. Ia bolak balik menyeruput kuah di sendoknya sedikit- sedikit sambil lidahnya mencecap-cecap. Ia terlihat sangat sibuk menemukan campuran pas untuk acar dan sambal di mangkuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak tidak seperti gulai. Kuah gulai terlalu berat di lidah. Ini lebih segar. Apalagi kalau dimakan dengan emping seperti ini." kata temanku satu lagi yang meski matanya sudah setengah terpejam karena lelah, mulutnya masih komat kamit mengomentari nasi tangkar pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara satu lagi, temanku yang asal Karawang terlihat adem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sepertiku yang cuma bisa bilang, "Hmm... enak juga!" Dan Nasi Tangkarku pun tandas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3392028191643436239?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3392028191643436239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3392028191643436239' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3392028191643436239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3392028191643436239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/nasi-tangkar-untuk-yang-lapar.html' title='Nasi Tangkar untuk Yang Lapar'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5636000668195803354</id><published>2007-08-17T19:39:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T19:49:13.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Cokelat itu Akan Kumakan Sedikit Demi Sedikit</title><content type='html'>Sebuah pertemuan kecil. Ibarat memakan sepotong cokelat, aku lebih suka menggigitnya sedikit demi sedikit. Kubiarkan cokelat itu meleleh dengan sendirinya hingga tinggal cacahan kacang almon dan raisin di lidah. Saat itulah aku mulai mengunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon pada suatu sore seminggu lalu membawaku ke sebuah pertemuan kecil di Jalan Veteran. Pertemuan kecil sentimentil yang dipenuhi obrolan merayakan masa lalu. Pertemuan yang ternyata sudah direncanakan setahun lalu namun baru bisa dilakukan tahun ini. Syukurlah, rencana itu berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat perhatian kami malam itu ada pada Irul. Si abang satu ini pintar sekali menarik perhatian. Cara bertuturnya mirip seorang pengacara batak yang juga kesohor menjadi bintang sinteron: menggebu-gebu tanpa melewatkan setiap detil cerita. Potongan cerita pun sambung-menyambung keluar dari mulut kami. Dan, ingatan kami kembali pada masa 10 tahun silam. Tepat pada satu titik masa ketika cerita itu terangkai pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekotak roti rasa kayu manis, empat batang cokelat, dan tiga botol besar air mineral menemani kami. Terus saja kami mengobrol hingga salah seorang dari kami merasa lapar tepat jam tiga pagi. Kami pun bubar. Aku memilih bergelung dalam selimut dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, cokelat kami masih ada. Kami memakannya lagi keesokan harinya, di rumah seorang teman di bilangan Ciputat, bersama dengan beberapa kerat daging panggang. Cerita masih bergulir, tertiup angin semilir di bawah teduhan pepohonan jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cokelat itu tak habis kami makan. Sekeping kubawa pulang. Aku akan memakannya sedikit demi sedikit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Life is like a box of chocolate, you never know what you're gonna get&lt;/em&gt; ... Bila dirasai, omongan ibunya Forrest Gump itu ada benarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5636000668195803354?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5636000668195803354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5636000668195803354' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5636000668195803354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5636000668195803354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/cokelat-itu-akan-kumakan-sedikit-demi.html' title='Cokelat itu Akan Kumakan Sedikit Demi Sedikit'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-6895948229520326921</id><published>2007-08-03T19:28:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T20:33:40.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Bilang, Kalau Jeruk Itu Menjadi Wortel!</title><content type='html'>Jam lima lewat beberapa menit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari bulat berwarna oranye yang merayap turun. Matahari itu terlihat seperti buah jeruk segar yang bergelayut pada tangkai tak terlihat di rerimbunan awan berwarna putih sedikit kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, matahari itu akan tertusuk antena menara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke sini cepat, lihatlah Sang Juru Taman sedang beraksi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, matahari itu akan tergelincir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teman-temanku ribut. Mereka berkerumun di ambang jendela dengan kepala terjulur keluar. Tak mau ketinggalan setiap detik gerak tarian sang maha senja itu. Mereka pun sibuk, berharap bisa mengawetkan matahari sore itu dalam celah kamera. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mendekati setengah enam ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang tergelincir kini benar-benar tersangkut di atap gedung. Tubuhnya yang sedikit tergores menara kini tidak lagi bulat jeruk. Langit pun meredup, tak lagi mengilat seperti rupa seng baru di toko besi. Menara, gedung, pohon, kini menjadi bayangan gelap berbentuk mulut menganga yang siap menelan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temanku pun bertambah ribut, seolah mereka belum pernah melihat itu sebelumnya. Padahal, sudah beberapa hari ini mereka sudah meributkan matahari sore di ujung sana. Matahari yang sama, yang selalu tertusuk di menara yang sama, dan kemudian tertelan mulut hitam raksasa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, beritahu aku bila jeruk besar itu berubah menjadi wortel! Aku mau menjadikannya jus sehingga kalian tidak bisa lagi meributkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-6895948229520326921?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/6895948229520326921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=6895948229520326921' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6895948229520326921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6895948229520326921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/08/bilang-kalau-jeruk-itu-menjadi-wortel.html' title='Bilang, Kalau Jeruk Itu Menjadi Wortel!'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-8078071953902695297</id><published>2007-07-19T20:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T19:44:21.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Cinta itu Berwarna Hijau Daun</title><content type='html'>Kalau bisa diwarnai, cinta pertama itu sewarna hijau daun. Segar beroma kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita tentang sebuah taman asri nan sejuk. Dinaungi pepohonan rindang yang ukuran batangnya bisa lebih besar dari satu pelukan orang dewasa. Luasnya sekitar dua hektar, memanjang mengikuti alur sungai. Sungai yang sebetulnya lebih tepat disebut selokan karena lebarnya tak lebih dari dua meteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi taman ini hanya sepelemparan batu dari Gedung Sate. Beberapa meter dari tempatku tinggal. Taman yang hijau merimbun ini diapit Jalan Cisangkuy dan Cilaki. Jadilah oleh orang-orang taman ini disebut Taman Cilaki. Sebutan itu terus melekat meski papan nama besar di sudut taman ini menegaskan bahwa nama taman ini adalah Taman Lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang, inilah cinta pertamaku di kota ini. Dari pagi hingga sore, taman ini tidak pernah sepi. Ada saja yang datang untuk berolahraga atau sekadar berjumpa dengan teman sebaya. Taman ini memang gambaran sempurna tentang ruang publik kota yang ramah. Taman yang yang berarti juga ... teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemanan itu bukan hanya milik orang muda. Bukan tanpa alasan mengapa taman ini harus menyandang nama Taman Lansia. Memang, banyak lansia yang menyambangi taman ini. Mereka pun bergerombol layaknya anak muda. Berceloteh riang, saling menyapa dan melambaikan tangan. Wajah mereka begitu gembira. Kegembiraan yang tertangkap dari betapa rutin dan rajinnya mereka datang ke taman ini. Berjalan memutari taman, berkali-kali. Entah mereka datang berapa kali dalam seminggu, yang jelas, mereka selalu ada ketika aku datang ke taman ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada seorang kakek yang menyita perhatianku. Perlahan sekali jalannya. Kakinya menjejak gemetaran, dan tangannya mengayun lamban. Si kakek itu tidak berjalan sendirian. Di sampingnya ada lagi kakek lain yang berjalan tidak kalah perlahannya. Tapi si kakek kedua ini terlihat berupaya menyemangati si kakek pertama supaya terus melangkah. Mereka berjalan beriringan, mengobrol entah sembari melangkah. Jadilah mereka berdua, meski berjalan tertatih, semangatnya untuk berjalan mengitari taman tidak surut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka, para lansia itu kupikir juga mencintai taman ini. Sama seperti mereka mencintai teman-teman sebaya mereka, seperti mereka mencintai kehidupan mereka. Berpeluh, melatih otot-otot yang mulai menua demi menikmati hidup yang beranjak senja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lusa aku akan datang lagi.. melihat cinta para lansia yang diteduhi pepohonan hijau muda ... dan menghirup aroma cinta hijau muda yang ditebarkan oleh wangi lembab kulit kayu. Kupikir aku pun bisa mencitai hidup ini seperti para lansia itu..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-8078071953902695297?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/8078071953902695297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=8078071953902695297' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8078071953902695297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8078071953902695297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/07/cinta-itu-berwarna-hijau-daun.html' title='Cinta itu Berwarna Hijau Daun'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5231411196513562957</id><published>2007-07-12T20:03:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T21:40:31.956+07:00</updated><title type='text'>Warna Warni</title><content type='html'>Aku punya hari yang berwarna-warni. Kadang merah, ungu, atau abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku paling suka warna jingga, yang sedikit oranye, sedikit kuning. Perpaduan warna yang pas. Warna hariku jingga ketika hatiku sedikit ceria dalam balutan romantisme. Sama seperti menatap langit senja, warna langit itu akan meleleh dan memenuhi hatiku. Jadilah aku merasa bahwa hari itu berwarna jingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga warna hariku menjadi merah seperti lidah api yang menjilati udara. Tumpukan kerjaan yang ditingkahi oleh ocehan gak penting dari ujung meja sebelah sana bisa membuat hariku menjadi merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariku pun bisa coklat, sewarna sekeping cokelat tobleron. Tapi sebetulnya aku tidak terlalu suka warna itu. Membingungkan. Penuh keragu-raguan. Aku tidak bisa memutuskan apakah warna itu membuat hatiku hangat seperti segelas susu cokelat ataukah justru meranggas seperti pohon Jati kering di musim kemarau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariku pun terkadang juga hitam. Terlalu hitam sehingga aku pun tidak bisa merabai hatiku sendiri. Dan kadang kala aku sengaja mewarnai hariku itu dengan warna hitam supaya aku tidak perlu susah payah mengenali lagi sekelilingku. Warna hitam juga identik dengan kamar gelap yang akan mengantarkanku tidur. Tidur untuk sejenak melupakan hariku yang murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada yang membuat hariku lebih berwarna warni. Ya, aku merasa sangat kaya warna ketika mengingat senyum ibunda yang lembut dan canda sahabat yang hangat. Semua itu menghadiahiku spektrum warna yang tidak terbatas... Hingga kupikir aku perlu lebih banyak kosakata untuk menyebut warna-warna itu menjadi lebih spesifik, tidak sekadar mejikuhibiniu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan atas warna-warni yang sudah Kau ciptakan untukku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07/07/07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5231411196513562957?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5231411196513562957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5231411196513562957' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5231411196513562957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5231411196513562957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/07/warna-warni.html' title='Warna Warni'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3476887371236408058</id><published>2007-06-20T23:01:00.000+07:00</published><updated>2007-06-21T11:17:29.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Melompat</title><content type='html'>Masih ingat gimana semangatnya balapan lompat katak waktu kanak dulu? Atau, gimana groginya lompat harimau melompati teman sendiri. Atau, gimana hebohnya lompat tali? Ya, ya, lompat-melompat sempat aku identikkan dengan tawa khas dunia anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi urusan lompat-melompat ternyata bukan cuma urusan anak-anak yang bertumbuh kembang sehat.  Lompat-melompat bisa jadi membahayakan. Ini bukan tentang resiko cedera tulang karena melompat-lompat. Tapi ini tentang ambisi beresiko untuk melompat sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lompat-melompat yang penuh resiko ini ada di Semenanjung Muria, sebuah tanah menjorok ke luat di ujung utara Jepara sana. Di wilayah ini sedang digagas satu lompatan besar yang bertajuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat daerah bilang, sudah saatnya kita punya satu lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain. Jaman memang sudah sampai pada babak perang nuklir. Nuklir dipakai untuk membangkitkan listrik sampai membangkitkan perang. Negara berkembang berlomba-lomba membangun reaktor nuklir supaya bisa dianggap sejajar dengan negara adikuasa. Pendeknya, PLTN seolah menjadi satu-satunya kesempatan untuk melompat, membuat bangsa kita mendadak berdaya dan berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, keinginan melompat itu tidak serta merta disetujui. Banyak orang takut kepleset seperti di lompatan Chernobyl 21 tahun lalu. Apalagi mengingat kebiasaan kita yang kerap teledor memelihara WC umum di terminal. Reaktor nuklir memang tidak sama dengan WC umum. Tapi bagi sebagian orang, perumpaan itu mengena. Merawat WC umum saja nggak becus bagaimana mau merawat reaktor nuklir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, PLTN terlanjur terlihat seperti lompatan besar tanpa persiapan. Berdalih memenuhi kebutuhan listrik dengan cara cepat. Alih-alih mengikuti Jepang, Korea, Perancis, atau Iran, ditambah sekelumit itung-itungan, hasilnya satu rancangan PLTN yang akan menyuplai tak sampai dua persen kebutuhan energi listrik nasional pada tahun 2025. Iya, dua persen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat satu kalimat bijak yang kira-kira bunyinya begini, satu langkah kecil untuk lompatan besar. Pertanyaannya, kapan kita memulai langkah yang kecil itu dengan sungguh-sungguh?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3476887371236408058?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3476887371236408058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3476887371236408058' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3476887371236408058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3476887371236408058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/06/melompat.html' title='Melompat'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4434324526863128188</id><published>2007-06-18T13:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T13:53:28.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Lik Man dan Lik Min</title><content type='html'>Bukan kembar bukan pula sodara apalagi pak likku. Tapi nama mereka adalah jaminan mutu bagi sebagian pecinta malam di Yogya. Angkringan Lik Man dan Angkringan Lik Min, begitu orang Yogya menyebut angkringan milik mereka. Angkringan yang selalu ramah, yang bikin orang betah nongkrong berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan Lik Man tempatnya persis di sebelah utara gerbang utama Stasiun Tugu. Angkringan ini merupakan salah satu angkringan legendaris di kota ini. Menurut cerita yang beredar, angrkingan Lik Man ini sudah ada di tahun 1970-an. Konon, yang bikin angkringan ini terkenal adalah kopi joss, kopi pekat dengan sepotong arang di dalamnya. Nongkrong di sini, berarti harus rela duduk sembari menghirup asap knalpot kendaraan yang lewat di depanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan Lik Min. Angkringan miliknya ada di Bugisan yang kalo dari rumahku amit-amit jauhnya! Persisnya di selatan sebuah sekolah menengah seni yang aku lupa nama resminya. Beda dengan angkringan yang biasanya memakai gerobak, angkringan ini bertempat di bangunan semi permanen. Makanannya pun dipajang menarik di etalase. Satu lagi yang mencolok. Kalau di angkringan lain yang diandalkan adalah sego kucing dalam bungkus kecil-kecil seporsi ukuran perut kucing, nasi di angkringan Lik Min dijual hangat dalam majic jar. Tamu tinggal ambil dengan porsi yang dimaui. Seukuran porsi perut kuda nil juga nggak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan pengemar makanan di angkringan. Dan bukan juga pengunjung setia angkringan. Tapi aku selalu menikmati suasana di angkringan yang sesekali kunikmati bersama teman-temanku. Kami datang untuk duduk berlama-lama memperbincangkan sesuatu yang nggak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru dari yang nggak penting itulah angkringan menjadi lekat dalam ingatan. Ingatan sederhana tentang kebahagiaan sederhana. Berbagi cerita dan berbagi mimpi, apa yang lebih membahagiakan dari itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi, berlama-lama di angkringan berarti berlama-lama menikmati malam. Malam di Yogya yang selalu lebih indah ketimbang siang. Makanya kemarin ketika pulang, ajakan seorang teman untuk nongkrong di angkringan Lik Min segera kusambut hangat. Sehangat teh poci dan wedang jahe yang menemani kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4434324526863128188?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4434324526863128188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4434324526863128188' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4434324526863128188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4434324526863128188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/06/lik-man-dan-lik-min.html' title='Lik Man dan Lik Min'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4339390672156689566</id><published>2007-05-09T19:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T20:37:08.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Dung... Dung...Blung</title><content type='html'>Srrrt.. seertttt..&lt;br /&gt;Dung&lt;br /&gt;Tuplak... tublung... dung&lt;br /&gt;Tuplak... tublung.. dung&lt;br /&gt;Brak...kkkkkk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengaran tidak?&lt;br /&gt;Itu suara hatiku. Serupa drum usang.&lt;br /&gt;Kosong. Berkarat. Dengan lubang menganga di sana sini&lt;br /&gt;Bandung 9/5/2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4339390672156689566?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4339390672156689566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4339390672156689566' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4339390672156689566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4339390672156689566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/05/dung-dungblung.html' title='Dung... Dung...Blung'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-7239404985316651342</id><published>2007-05-03T19:20:00.000+07:00</published><updated>2007-05-03T19:31:07.911+07:00</updated><title type='text'>The Miraculous Journey</title><content type='html'>Ah..., kisah itu berakhir sudah&lt;br /&gt;Pedih namun tidak kehilangan harapan yang indah&lt;br /&gt;"I have been loved," &lt;a href="http://www.edwardtulane.com/"&gt;Edward Tulane &lt;/a&gt;told the stars.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-7239404985316651342?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/7239404985316651342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=7239404985316651342' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7239404985316651342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/7239404985316651342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/05/miraculous-journey.html' title='The Miraculous Journey'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-8709634853758014495</id><published>2007-04-17T20:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T21:12:03.781+07:00</updated><title type='text'>Pantai dengan Senja Abu-abu</title><content type='html'>Tiga malam ini tidurku tidaklah nyenyak. Sepertinya detik jam weker di kamarku menjadi terlalu keras. Berdetak-detak memenuhi kepalaku. Malam yang biasanya hening pun menjadi gaduh. Bolak-balik kupicingkan mata namun selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku justru mengukur langit-langit. Sementara pikiranku melayang ke langit betulan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan yang asing terhampar di sekelilingku. Meja, televisi, kursi, dan lemari di kamarku lenyap. Bahkan sapu lidi yang kugantung di atas cermin pun sudah tidak lagi di tempatnya. Tiba-tiba aku sudah di dermaga pantai yang entah. Menghadap cakrawala yang melengkung lengkap dengan matahari yang tergantung malas di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat kunikmati keherananku, kulihat puluhan burung dengan sayap terentang di langit, rumpun nyiur menaungi pasir, kapal berlayar terkembang di laut, dan buih menggumpal di pucuk-pucuk ombak. Tetapi semuanya tidak bergerak. Seolah diam dalam tapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, kumasukkan kakiku ke air. Tidak kurasakan apapun meski kakiku kugerak-gerakkan. Bahkan, air pun bergeming tanpa riak. Kucelupkan tanganku dan kukulum ujung telunjukku. Pun tak kurasai garam di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kusadari semuanya bak patung lilin yang indah namun mati. Tiba-tiba di sudut mataku kulihat ada yang bergerak. Sekelebat bayangan lebar yang menutupi langit. Bergerak perlahan seperti ibu yang sedang menyelimuti bayinya yang terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu perlahan hingga terlambat kusadari itu bukan bayangan. Pantai sudah menghitam. Tak lagi berwarna jingga tetapi menjadi gradasi abu-abu. Mulai dari langit yang berwarna paling terang hingga laut yang berwarna paling gelap. Begitu gelap, hingga matahari yang telah serupa bundaran hitam nyaris tenggelam ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun berteriak, ”Ini cuma mimpi! Ini cuma mimpi!” Tapi tampaknya hanya aku yang bisa mendengarnya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-8709634853758014495?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/8709634853758014495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=8709634853758014495' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8709634853758014495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/8709634853758014495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/04/pantai-dengan-senja-abu-abu.html' title='Pantai dengan Senja Abu-abu'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-5678238945261424508</id><published>2007-04-06T17:31:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T17:34:14.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Pertanyaan Kita</title><content type='html'>Mungkin kita berdua bertanya&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan kita&lt;br /&gt;Tak semua orang di dunia&lt;br /&gt;Dengan kebahagiaan penuh seperti kita&lt;br /&gt;Tertawa bersama&lt;br /&gt;Berbalut keceriaan pagi bersenyum matahari&lt;br /&gt;Berbagi senja berdua&lt;br /&gt;Menyambut lembut malam yang menghadirkan bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak malam itu&lt;br /&gt;Kita terdiam&lt;br /&gt;Menangisi hari celaka&lt;br /&gt;Yang melemparkan kita dalam keputusasaan&lt;br /&gt;Kamu di ujung cakrawala sana&lt;br /&gt;Menggenggam obsesi hidup yang menyala&lt;br /&gt;Sementara aku di tengah pusaran kata&lt;br /&gt;Yang kadang kehilangan makna&lt;br /&gt;Bersama waktu yang berdetak menggilas&lt;br /&gt;Bersama sendu yang memutar lagu lama tentang kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku menunggumu&lt;br /&gt;Ya, menunggumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 6/4/2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-5678238945261424508?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/5678238945261424508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=5678238945261424508' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5678238945261424508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/5678238945261424508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/04/pertanyaan-kita.html' title='Pertanyaan Kita'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-3328386647823220883</id><published>2007-03-22T20:38:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T21:10:46.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Nasi Goreng Cinta ala Aki</title><content type='html'>&lt;p&gt;Makan nasi goreng dan merasai cinta. Ini bukan slogan sebuah restoran bintang lima yang romantis, tapi cukup dengan berdiri di pertigaan dekat kosku jam setengah sebelas malam. Aki dan gerobagnya yang besar biasanya lewat. Di situlah kita bisa makan dan merasai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang memanggilnya Aki. Entah karena untuk mengakrabkan diri ataukah memang karena lelaki itu sudah pantas menyandang sebutan Aki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Aki berjalan tak lagi tegak. Sedikit terseok dengan kaki kanan yang agak diseret. Telinganya pun tidak lagi tajam. Orang harus mengulangi sedikitnya tiga kali ucapan dengan volume suara sedang. Dan bila diperhatikan, pipinya agak mengempis karena beberapa gigi penyangga di balik itu sepertinya sudah tanggal. Pendeknya, pembawaan si Aki tidak bisa menyembunyikan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, Aki terlihat belum terlalu renta untuk menembus malam Bandung yang lembab dan dingin. Meski pelan, ia tekun mendorong gerobagnya menyusuri gang demi gang. Sejak jam lima sore, ia sudah mengukur jalan mulai dari Kiaracondong sampai seputaran kosku. Lokasinya kalau dibandingkan itu seperti dari Jalan Wates kilometer lima sampai ke Alun-alun Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gerobagnya itu tersimpan bumbu dan bahan-bahan racikan untuk nasi goreng, mie rebus, dan mie goreng. Tapi tampaknya, dari selera konsumen para tetangga kosku, Aki adalah spesialis pembuat nasi goreng. Nasi gorengnya sederhana, dengan ayam sedikit, dan olahan bumbu bawang merica yang tajam beraroma menggoda ala kaki lima. Taburan bawang goreng dan irisan cabe di atasnya bikin lidah kangen. Belum lagi aroma asap dari tungku hangat si Aki, bikin nasi gorengnya terasa lebih menggugah rasa daripada nasi goreng ala restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah. Aki, gerobag sebesar tiga kali badannya, nasi goreng sedap, yang larut di dinginnya malam. Dalam benakku, itu bukan kata yang selaras. Menimbulkan pertanyaan dan memunculkan dugaan. Akhirnya kutanyai Aki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan itu sudah dilakoninya sejak tahun 1950, sejak pertama kali dia pindah ke Bandung. Aki ternyata orang Jawa dari Semarang. (Alasan kepindahannya ke Bandung aku belum sempat tanya). Kini, Aki yang beranak lima itu sudah punya buyut lima. Dan jalan hidupnya masih tetap bergulir mengikuti roda gerobag nasi gorengnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kutanya mengapa ia masih mau berjualan nasi goreng malam-malam padahal ia sudah tua dan bahkan anak-anaknya telah dewasa, jawabannya sungguh di luar perkiraanku. Tidak ada bumbu kemiskinan, tidak ada bumbu keterpaksaan di situ. Pendek, jawaban si Aki. ”Ini tanggung jawab Aki neng, buat istri saya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita tunggu Aki nanti malam. Makan nasi goreng dan merasai cinta Aki untuk Nini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-3328386647823220883?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/3328386647823220883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=3328386647823220883' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3328386647823220883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/3328386647823220883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/nasi-goreng-cinta-ala-aki.html' title='Nasi Goreng Cinta ala Aki'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-6162293495870228506</id><published>2007-03-14T20:30:00.001+07:00</published><updated>2007-03-14T20:39:32.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Mister Sister Master Angka</title><content type='html'>Seekor burung besi Garuda jenis Boeing 737 terpuruk di kebun kacang. Badannya terbakar dan 21 orang tewas terpanggang. Kejadiannya tanggal 7/3 (7 Maret 2007). Dua minggu sebelumnya, 22/2 (22 Februari 2007), Kapal Levina I terbakar. Mundur lagi beberapa minggu, pesawat Adam terbawa hawa dan lenyap. Kejadiannya tanggal 1/1 (1 Januari 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu &lt;em&gt;otak atik gathuk&lt;/em&gt; yang entah pencetusnya, tanggal kejadian musibah beruntun itu terpola. Ada yang tanggalnya sama dengan jenis pesawatnya. Sementara lainnya berpola angka kembar antara tanggal dan bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pertama kalinya para ahli &lt;em&gt;otak atik gathuk&lt;/em&gt; beraksi. Analisis &lt;em&gt;waton gathuk&lt;/em&gt; pernah diluncurkan beberapa tahun lalu ketika teror gencar ditebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat kejadian ambruknya menara World Trade Center lantaran ditubruk pesawat komersil? Iya, yang seperti adegan film Holiwood itu. Kejadiannya tanggal 11/9 (11 September 2001). Adegan itu pun dianggap ada sekuelnya yakni Bom Bali I yang terjadi 12/10 (12 Oktober 2002). Dua tangal kejadian itu dihubung-hubungkan, menjadi serial, sambung menyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bukan misteri angka yang menarik diperbincangkan. Lebih menarik, siapa pencetus dan penyebar informasi alias si mister ato sister master angka itu. Begitu mengena, sampai nggak sedikit orang yang ikutan membahas, ”kebetulan kecil atau keisengan besar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih memilih yang kedua. Kupikir, betapa pencetus otak atik angka biar &lt;em&gt;gathuk&lt;/em&gt; itu perlu kejelian. Punya kepekaan terhadap angka. Mereka menikmati angka hingga memandangi, merenungi, memimpikan, memikirkan, hingga mencetuskan bahwa suatu angka itu menarik diulik. Kepekaan itulah yang aku tidak punya karena aku bermasalah dengan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri orang yang bermasalah dengan angka melekat padaku, mulai dari kesulitan menghafal nomor telepon, mengingat nomor alamat, menghitung angka di kolom-kolom excel, sampai harus memeras otak cukup keras untuk melekatkan nomor pin telepon atau rekening di otakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tunggu dulu. Angka di sini tentu saja tidak sama dengan uang. Alasannya, meski uang itu merupakan lembaran kertas yang berangka, terlekat nilai tukar di situ. Itu sebabnya aku tidak kesulitan mengingat jumlah uang di dompetku dan tepat memperkirakan apa yang bisa kudapat dengan menukarkan uang itu. Lain cerita bila aku harus mengingat berapa nominal di buku kas yang aku buat. (Makanya aku tidak berprofesi sebagai akuntan atau teller bank :-P)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-6162293495870228506?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/6162293495870228506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=6162293495870228506' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6162293495870228506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/6162293495870228506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/misteri-angka_14.html' title='Mister Sister Master Angka'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-2120189578995426092</id><published>2007-03-01T21:10:00.000+07:00</published><updated>2007-03-04T20:37:07.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehat'/><title type='text'>Si Bungsu yang Merepotkan</title><content type='html'>Stereotipe si bungsu belum bergeser. Suka bertingkah dan mencari perhatian. Gak mau mengalah karena punya standar sendiri. Pendeknya, merepotkan. Contohnya si bungsu yang ada empat ini. Semuanya bikin repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempatnya adalah gigi bungsuku. Gigi bungsu ini memang gigi yang paling akhir tumbuhnya. Biasanya mulai merobek gusi ketika si empunya gusi berumur 18 – 20 tahun. Ada yang malu-mau, muncul sedikit demi sedikit tapi bikin sakit. Ada juga yang begitu percaya diri mengetuk-ngetuk gusi dan menerabas begitu saja. Sakit yang ditimbulkan tetap sama, tapi tidak berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon gigi bungsu ini dipertanyakan fungsinya di gigi manusia modern. Mereka jadi tersisih karena evolusi. Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari semula mentah dan liat menjadi dimasak sehingga lebih lunak membuatnya tidak lagi berfungsi seperti dulu. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sepertinya inilah yang mengispirasi Bung Meggy Z buat menyinggung masalah gigi. Intinya Cuma satu. Sakit! Karena urusan gigi berarti menyangkut urusan hati. Sakit gigi bisa bikin orang uring-uringan, bad mood dan beringas apa saja mau dilibas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, sebelum aku merasakan sakit, aku pergi ke dokter gigi. Aku ceritakan duduk masalahnya pada bu dokter, bahwa aku punya dua lubang di gigi bungsu kanan kiri di gusi bawah. Ternyata setelah diperiksa, bu dokter yang cantik itu bilang bahwa lubangnya tidak cuma pada si bungsu bawah, tapi ada dua lagi pada si bungsu atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para bungsu inilah yang sekarang merongrongku. Baru sekitar empat tahun menjalankan tugas kok sudah bolong. Padahal, setiap malam sebelum tidur mereka selalu aku gosok sesuai anjuran dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dua di bawah sudah dibungkam. Dan dua lainnya di atas akan kubungkam juga ketika aku punya waktu dan energi cukup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-2120189578995426092?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/2120189578995426092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=2120189578995426092' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/2120189578995426092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/2120189578995426092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/03/si-bungsu-yang-merepotkan.html' title='Si Bungsu yang Merepotkan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-4986201135784825834</id><published>2007-02-26T20:01:00.000+07:00</published><updated>2007-02-28T19:13:40.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Sabar di Kios Foto Copy</title><content type='html'>Kalau orang ada orang yang bisa sabar di tengah hiruk pikuk kota besar, salah satunya pasti abang tukang &lt;em&gt;fotocopy&lt;/em&gt; langgananku. Kesabarannya melayani pelanggan sepertiku sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusapa dia dengan sebutan "abang" karena aku tahu dia bukan orang Sunda apalagi orang Jawa. Logat dan beberapa kata yang diucapkannya menunjukkan daerah asalnya, Padang. Dan dugaanku makin kuat karena di sebelah foto kopi itu ada warung makan Padang. Dari beberapa kali kunjunganku, si abang tukang &lt;em&gt;fotocopy&lt;/em&gt; ini sering terlihat dalam pembicaraan hangat dengan si empunya warung. Kesimpulanku, mereka berkerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiosnya yang selalu ramai, mulai dengan berisiknya anak-anak berseragam putih abu-abu sampai kecerewetan orang-orang yang pekerjaannya tidak bisa diidentifikasi dari bajunya. Aku contohnya, selalu punya segudang permintaan yang kusimpan dalam tas kumalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, &lt;em&gt;copy&lt;/em&gt;-kan ini ya, sekali. (buku) Asilnya aku ambil dua jam lagi!" atau&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Copy-&lt;/em&gt;in yang ini sekali. Yang sepuluh buku lainnya gak usah di-&lt;em&gt;copy&lt;/em&gt;, dijilid aja pakai mika!" Sering juga, "Tiga buku copy-kan ya! Jilid &lt;em&gt;soft cover&lt;/em&gt;, besok jadi ya!"&lt;br /&gt;Dan bla, bla, bla lainnya. Semua bernada memerintah. Sering kali tanpa ucapan "tolong" dan "terima kasih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia tetap terlihat tenang. Parasnya yang putih membuat wajahnya selalu tampak selalu segar meski tanpa seutas senyum pun. Rambutnya klimis tersisir rapi. Kupikir itu karena pengaruh minyak yang membuat rambutnya selalu terkesan basah. Tanpa ekspresi, dia hanya akan bilang "Ndak bisa, jadinya dua hari lagi!" atau tanpa berkata apa pun dia mengangguk ketika permintaan pelanggan bisa disanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, konsumennya pun adem. Seperti anak balita yang sudah dijanjikan penganan enak oleh ibunya. Semula gelisah kemudian tenang. Cesss... seperti kompor panas kena tetesan air dari pantat panci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya si abang dan kosumen sudah saling bisa menerima pesan. Komunikasi yang sangkil dan mangkus. Kalau Hermawan Kertajaya melihat si abang, kira-kira layak juga abang disebut &lt;em&gt;marketer&lt;/em&gt; yang baik. Tanpa perlu ucapan "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tapi kios si abang tetap ramai. Dan meski beberapa di antara konsumen cerewet banyak permintaan dan banyak keluhan, tetap saja mereka datang dan datang lagi. Tulisan &lt;em&gt;Family&lt;/em&gt; yang dipasang besar-besar di lisplang kiosnya sepertinya sudah jadi jaminan mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia tidak perlu buku-buku &lt;em&gt;how to, &lt;/em&gt;kiat sukses berbisnis, atau apalah itu yang berderet-deret di rak toko buku. Dia di belakang mesin &lt;em&gt;fotocopy-&lt;/em&gt;nya sepertinya punya kiat sendiri. Tak peduli bunyi mesinnya berdecit-decit monoton itu. Sabar.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang sama berulang kali berhari-hari tidak mengubah gurat wajahnya. Permintaan-permintan yang membombardir tidak mengubah intonasi suaranya. &lt;em&gt;Dead line&lt;/em&gt; pelanggan yang serba terburu-buru dan memburu tidak membuatnya terganggu. Sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sabar tumbuh subur di kios &lt;em&gt;fotocopy &lt;/em&gt;si abang. Aku sedang coba menanam satu bijinya di kamarku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-4986201135784825834?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/4986201135784825834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=4986201135784825834' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4986201135784825834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/4986201135784825834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/sabar-di-kios-foto-copy.html' title='Sabar di Kios Foto Copy'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-945198495181156657</id><published>2007-02-21T16:16:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T16:33:57.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Karcis Parkir</title><content type='html'>Karcis parkir motornya tak juga ia temukan. Sudah sekitar lima belas menit lamanya Arin berdiri di depan pintu toko buku itu. Tangannya sibuk merogohi saku celananya. Berganti-ganti, dari saku yang depan ke saku belakang, lalu dari saku belakang kembali ke saku depan. Karcis itu belum juga ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin mulai kesal. Wajahnya berkerut-kerut dan alis matanya bertaut. Mulutnya pun berkomat kamit merapal gumaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan! Sialan! Sialan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pun datang. Tampias air hujan di emperan toko memerciki wajahnya kini terlihat lelah. Arin menghela nafas, ia lemparkan pandangan matanya ke langit. Dipejamkannya matanya sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ini bukan kali pertama ia teledor. Ia pernah kehilangan karcis parkirnya di toko buku itu juga. Waktu itu pun hujan. Ia sampai bertengkar dengan mbak penjaga loket yang mendendanya lima belas ribu karena kecerobohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahal amat?!” umpatnya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya mau membayar sepuluh ribu saja. Pertengkaran itu pun berakhir ketika motor-motor di belakang Arin mulai membunyikan klakson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oiii, lama amat siih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mbak penjaga loket pun mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin kembali mengingat-ingat di mana ia selipkan karcis parkir sialan itu. Kesal hatinya karena kembali mengulang kesalahan yang sama di tempat yang sama pula. Ia pun membuka tasnya. Diperiksanya saku kecil di bagian depan. Dikeluarkannya dua buah buku agenda dari saku itu supaya tangannya lebih leluasa mengaduk-aduk saku itu. Nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arin kembali menghela nafas. Ia tahu, seperti yang sudah pernah dialaminya, karcis itu tidak akan pernah ia temukan. Arin berhenti mencari karcis sialan itu. Ia pun mengeluarkan dompet dan mengambil selembar sepuluh ribuan. Diselipkannya uang itu di saku celananya. Kini ia menunggu hujan sedikit reda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-945198495181156657?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/945198495181156657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=945198495181156657' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/945198495181156657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/945198495181156657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/karcis-parkir.html' title='Karcis Parkir'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-1091451974027758850</id><published>2007-02-16T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:50:23.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Just The Way You Are</title><content type='html'>Ringan tapi ceria&lt;br /&gt;Sederhana namun penuh harapan&lt;br /&gt;Semoga selalu mewarnai cerita di kemudian hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita warnai senja dengan warna yang kita suka&lt;br /&gt;Merah hijau atau mungkin abu-abu&lt;br /&gt;Tidak apalah, itu warna kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I want you just the way you are ....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mari bernyanyi bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16/02/2007&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't go changing, to try and please me &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You never let me down before &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't imagine you're too familiar &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And I don't see you anymore &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I wouldn't leave you in times of trouble &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;We never could have come this far &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I took the good times, I'll take the bad times &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I'll take you just the way you are &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't go trying some new fashion &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Don't change the color of your hair &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You always have my unspoken passion &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Although I might not seem to care&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I don't want clever conversation &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I never want to work that hard &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I just want someone that I can talk to &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I want you just the way you are. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I need to know that you will always be &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The same old someone that I knew &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;What will it take 'till you believe in me &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The way that I believe in you.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I said I love you, and that's forever &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And this I promise from the heart &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I could not love you any better &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I love you just the way you are. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Billy Joel)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-1091451974027758850?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/1091451974027758850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=1091451974027758850' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1091451974027758850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/1091451974027758850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/just-way-you-are.html' title='Just The Way You Are'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-117119481182663356</id><published>2007-02-11T17:36:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T21:11:15.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudap'/><title type='text'>Cimol... mol mol</title><content type='html'>Tadi pagi aku jalan-jalan ke pasar kaget di Gasibu. Mungkin ada delapan bulanan aku gak jalan-jalan ke pasar ini. Padahal, jaraknya dari kos hanya sekitar 500 meteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali datang ke Bandung. Pasar kaget di Gasibu ini memang bener-bener mengagetkan. Lokasinya di pusat kota. Di depan gubernuran. Setiap minggu pagi dipastikan kawasan ini macet. Yang datang jangan ditanya. Mulai dari nini, aki, anak balita, bayi, ibu hamil, om-om, orang pacaran, ada semuanya. Pendeknya tempat ini penuh padet. Sejauh mata memandang yang diliat cuma idung orang ketemu idung orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga pasar, pasti ada yang digelar. Gelarannya panjang bermeter-meter. Sagala aya, mulai dari peniti, gantungan gordyn, jepit rambut, tutup galon, perabotan plastik, karpet, sepatu, maenan anak, lumpia basah, susu kedelai, sampe baju jablai (= ini kosakata baru yang kudapat pagi ini. Ini baju model babydoll yang bermotif ala 70an. Liat aja artis-artis sekarang, pasti padha pake baju ini) . Tapi yang selalu menarik minatku cuma satu, Cimol....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah ni makanan sebenernya gak enak. Masih jadi pertanyaan besar, kenapa kalo lama gak makan ini, pasti lidahku nagih. Aci yang digoreng. Pastilah udah kebayang rasanya. Kenyal dan gak akan berasa seperti pizza!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini ini memang makanan nyentrik yang menarik. Bukan karena rasanya, tapi mungkin karena sensasi mengunyah kenyal-kenyal itu. Nama Cimol saja sudah aneh. Apakah itu berarti aci yang &lt;em&gt;dicemol&lt;/em&gt; (= dicomot seukuran sendok makan) lalu digoreng. Ato aci yang enak &lt;em&gt;digemol&lt;/em&gt; (= kata urang Sunda ini artinya dikulum). Ato juga aci yang digoreng berukuran &lt;em&gt;smol&lt;/em&gt; (= baca &lt;em&gt;small&lt;/em&gt;). Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau diusut pun gak jelas makanan ini berasal dari siapa dan di mana. Menurut catatan koran lokal sini, tahun 2004 tiba-tiba saja makanan ini bermunculan berbagai lokasi pusat kaki lima di Bandung. Konon, makanan ini berasal dari Tasikmalaya di tahun 1990-an. Tapi kayaknya, Bandung memang kota yang ditakdirkan memopulerkan berbagai jenis makanan, termasuk Cimol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbunya juga tidak terlalu enak. Asin ala vetsin. Aku dan Nanik tadi sempat membahas bahwa rasa keju yang jadi bumbu cimolku pagi ini sebenarnya adalah tepung yang dicampur bubuk cabai. Tapi sudahlah. Sebulan lagi sepertinya aku bakalan nyari-nyari Cimol lagi. Sekali lagi bukan karena enak, tapi lebih karena indera pencecapku kangen rasanya yang aneh itu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-117119481182663356?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/117119481182663356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=117119481182663356' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117119481182663356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117119481182663356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/cimol-mol-mol.html' title='Cimol... mol mol'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-117068534617867312</id><published>2007-02-05T20:34:00.000+07:00</published><updated>2007-02-05T21:22:28.166+07:00</updated><title type='text'>Lantas, siapa yang sakit?</title><content type='html'>Jakarta terendam banjir. Jabar diserang demam berdarah. Dan kicau burung dan kokok ayam pun merayakan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa yang sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita lah yang sakit. Bukan hanya jadi sakit fisik, tapi ternyata terlanjur sakit ingatan.&lt;br /&gt;Ini persoalan, wabah, lalai, lupa atau melupakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, kita lupa juga kalau di belakang pintu ada baju yang bergelantungan. Lupa juga kalau punya punya tumpukan koran di bawah meja.&lt;br /&gt;Di kantor, gak mau tau juga kapan kolam di depan itu terakhir di kuras. Gak mau tau, kalau ada air menggenang di dispenser.&lt;br /&gt;Di jalan, gak mau tau buang sampah udah di tempat sampah ato di selokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapa yang sakit?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-117068534617867312?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/117068534617867312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=117068534617867312' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117068534617867312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117068534617867312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/02/lantas-siapa-yang-sakit.html' title='Lantas, siapa yang sakit?'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-117016737442888252</id><published>2007-01-30T21:09:00.000+07:00</published><updated>2007-01-30T21:29:34.513+07:00</updated><title type='text'>Ruang Bawah Tanah di Jalan Braga</title><content type='html'>Aku takjub. Orang itu menceritakan ruang bawah tanah yang letaknya tepat di bawah lantai tempat aku berdiri. Berbeda dengan ruang bawah tanah yang biasanya untuk menahan orang berlabel kriminal, ruang bawah tanah yang diceritakan orang itu justru untuk menyimpan emas. Sungguh istimewa cerita di masa 200 tahun lampau itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan ada emas dalam ruang bawah tanah rasanya seperti membaca dongeng bajak laut. Atau seperti cerita Pak Janggut di Kepualuan Karibia yang berpetualang mencari emas yang disembunyikan di kaki pelangi di ujung barat sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cerita tentang ruang penyimpanan emas itu bukan dongeng. Itu cerita nyata bagaimana  kopi hasil tanam paksa di negeri Priangan menghasilkan emas bergunung-gunung, aset negara Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang bawah tanah itu masih ada. Gedungnya juga masih ada di perempatan Jalan Braga sana.&lt;br /&gt;Terus, kenapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-117016737442888252?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/117016737442888252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=117016737442888252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117016737442888252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/117016737442888252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/01/ruang-bawah-tanah-di-jalan-braga.html' title='Ruang Bawah Tanah di Jalan Braga'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116981526153325855</id><published>2007-01-26T18:58:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:41:47.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Mengobrol Mengobral Mimpi</title><content type='html'>Sepotong surat elektronik yang bersemangat datang sore tadi. Surat itu menceritakan bagaimana temanku yang baru pulang dari Singapura. Mungkin kalau ia datang ke negeri itu untuk menjadi turis aku tidak tertarik. Tapi aku menjadi ikut bersemangat karena ia datang ke negeri jiran yang kaya itu untuk menjajal kerja di situ. Ia diundang datang untuk wawancara kerja di Yahoo!South East Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita gembiranya memang menggugahku sore tadi. Setelah surat elektroniknya kubaca, beberapa menit kemudian datang pesan singkatnya. Dari pesan itu aku pun tahu bahwa hatinya sedang berbunga-bunga tiada tara. Dua tulisannya berhasil menembus BIP Gramedia dan Andi Publishing. Bukunya akan diterbitkan dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat tentang suatu waktu ketika aku mengobrol dengannya. Obrolan sederhana yakni bagaimana kita tetap bermimpi dan hidup untuk menwujudkan mimpi itu. Ceritanya ke Singapura itulah yang mengingatkanku untuk tetap menggenggam mimpiku. Tepat ketika aku sedang lelah untuk memimpikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup seperti di atas tangga berjalan dalam sebuah mal, begitu katanya pada suatu waktu. Itu perumpamaan yang aneh menurutku. (Tapi ya sudahlah, aku sudah terlanjur menerima bahwa cara berpikir temanku itu memang aneh.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, kehidupan adalah malnya. Ada banyak barang, ada banyak pilihan. Dan tangga berjalan itu adalah alat kita untuk ke tempat yang kita tuju. Terserah kita. Mau naik, atau mau turun. Tergantung ke mana kita ingin melangkah. Tidak jelas memang perumpamaan itu. Sama tidak jelasnya ketika dia menjawab pertanyaanku: lalu untuk apa lift di situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua memang suka menulis. Kini, kami masing-masing masih menulis. Bedanya, dia menulis dengan semangat membebaskan pikiran sementara aku menulis dengan semangat kejar tayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar gembiranya menyemangatiku separuh hari ini. Paling tidak aku menjadi sedikit terhibur. Dua minggu ini aku sedikit muram karena orang yang biasanya setia mendengarkan ocehanku denganku kini sedang disibukkan dunia barunya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari mengobrol lagi. Sapa tahu membuatku bersemangat untuk mulai bermimpi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116981526153325855?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116981526153325855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116981526153325855' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116981526153325855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116981526153325855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2007/01/mengobrol-mengobral-mimpi.html' title='Mengobrol Mengobral Mimpi'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116378000849816402</id><published>2006-11-17T21:54:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T17:13:16.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Kopi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kopi dan Mugnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja kuterima tawaran Andin untuk bekerja di restoran fast food, aku pasti tidak harus mencium aroma kopi tiap pagi. Aku tidak suka aroma kopi. Hidungku selalu saja gatal setiap kali aku menghirup aromanya. Dulu waktu aku kecil, simbah selalu ngopi di teras rumah. Kopinya kental betul. Ampasnya saja sampai menumpuk di bibir gelas jumbonya itu. Jangan ditanya aromanya. Kecium sampai belakang rumah. Belum lagi lintingan tembakaunya itu. Uwaaah, sepertinya sampai sekarang bau kopi dan tembakau itu masih saja menempel di hidungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Mau coba, mbak? Rasa baru nih. Campuran mochanya terasa betul. Sudah ada gulanya, tinggal seduh saja.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Kalau beli dua rentengan kopi sachet ini, bisa dapat mug unik. Tidak mahal kok. Cuma lima belas rebu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah nih, masak mbak-mbak aku tawarin kopi? Kemungkinan dibeli kecil banget. Maklum, kopiku masih berampas. Kayaknya hanya mas-mas dan bapak-bapak perokok saja yang masih seneng kopi model gini. Kalah saing nih sama kopi instan yang gak berampas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, masih ada 45 paket yang harus kujual. Tadinya kupikir mudah menjual barang seperti ini. Aku sepertinya terlalu sombong untuk menerima tantangan menjual 50 paket malam ini. Kopi ini ternyata tidak selaris yang kuduga. Pantas saja perusahaan kopi ini harus promosi sampe ke pasar malam begini. Pakai berhadiah gelas yang modelnya gak lazim pula. Mana ada orang yang mau miunum kopi dari gelas tebal warna hitam dan berbentuk oval? Mau menempelkan bibir saja rasanya kok ya tidak pas. Rasanya bibirnya jadi miring-miring begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Mau dong mas nyobain kopinya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Eh, silakan mbak. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Enak juga.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Beli mbak. Murah kok. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mulai kukeluarkan jurus merayuku.&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Boleh deh mas, satu renteng aja lah. Aku udah punya mug banyak. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;--------------------&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dongeng Kopi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Kalau mau bikin kopi ini harus dengan air mendidih. Biarkan sampai busanya hilang dan ampasnya turun mengendap. Dan gulanya sedikit saja.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bosan memberikan tips ini. Opa yang memberikannya padaku. Ia mewariskan pengetahuannya tentang kopi jauh sebelum ia mewariskan toko ini padaku. Ah, belum pernah aku melihat orang yang begitu mencintai biji-biji kopi seperti opaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Kalau tidak pakai air mendidih tidak enak ya?&lt;br /&gt;+ Iyaaaa ..., karena kopi kami ini terbuat dari biji-biji kopi yang asli. Murni biji kopi tanpa campuran jagung. Jadi memang harus diseduh dengan air mendidih supaya kopi yang enak betul.&lt;br /&gt;+ Kami menggiling sendiri bijinya. Sudah delapan tahun biji-biji ini disimpan di gudang belakang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Aku mencintai usaha ini seperti aku mencintai opa. Bagiku, toko kopi ini adalah hidupku. Aroma kopi itu membuatku bahagia. Dan aku lebih berbahagia lagi ketika orang-orang datang ke tokoku membeli untuk kopi. Toko kopiku memang sudah tua. Dan kerenanya kopiku pun menjadi bagian dari kenangan orang-orang tua yang datang ke mari. Menghirup aroma kopi bagi mereka mungkin seperti menghirup kembali kenangan harum masa muda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Mau arabika atau robusta? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan standar itu kulontarkan pada seorang perempuan muda di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Apa bedanya?&lt;br /&gt;+ Kalau arabika rasanya lebih soft. Bagi yang punya sakit maag tapi pengen ngopi, lebih baik minum ini. Dan kalau robusta itu kuat sekali. Tapi bisa juga menyeduh kopi dengan campuran keduanya...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan dongeng kopi pun kumulai. Aku ingin toko kopiku tak hanya tersesap dalam kenangan masa lalu, tapi juga mengambil bagian dalam cerita masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/Kopi.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 180px" height="198" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/Kopi.jpg" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rumah Kopi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Waduh enaknya yang mana nih? Bingung.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Pakai &lt;/em&gt;rum raisin&lt;em&gt; sepertinya enak ya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Wah iya. Enak tuh. Nah, ini nih,&lt;/em&gt; Queen of Night &lt;em&gt;sepertinya enak&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Emang itu campurannya apa aja? Eh, coba nih ada yang pakai coconut milk. Aku gak bisa bayangin rasanya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Iya, di sini memang kopinya lumayan enak. Tapi aku lebih seneng tempatnya. Asik banget. Kayak rumah simbah di Purwokerto&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Iya juga sih. &lt;/em&gt;Bata expose&lt;em&gt;. Aku pesen&lt;/em&gt; Yesterday Party &lt;em&gt;aja lah. Pake rum raisin yang udah pasti kerasa enakmya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116378000849816402?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116378000849816402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116378000849816402' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116378000849816402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116378000849816402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/11/kopi.html' title='Kopi'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116308418076384561</id><published>2006-11-09T21:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:50:53.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Buto Ijo</title><content type='html'>Buto Ijo di Taman Kaliurang menyelinap ke kamar seorang bocah, dan akan mendengkur di kolong tempat tidur. Dengkurannya membuat kamar itu terguncang. Lampu kamar yang menyala terayun-ayun, menggoyang bayangan lemari besar di sudut kamar. Menggerakkan gordyn hijau di jendela. Begitu setiap malam. Tak ada yang menyadari kecuali bocah pemilik kamar. Waktu tidur menjadi kutukan buat si bocah.&lt;br /&gt;Buto bisa saja sewaktu-waktu menerkamnya. Itu yang membuatnya was-was untuk memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, sebelum tidur si bocah akan sibuk menata dua guling besar untuk menutupi lubang menganga antara dinding dengan tempat tidurnya. Dengan begitu tak ada lagi celah tempat si Buto akan merayap menghampirinya. Ia pun akan segera mematikan lampu kamarnya. Berharap tak lagi melihat bayangan yang bergoyang-goyang di sudut kamar. Dan berharap tak melihat lagi gordyn hijau yang bergerak-gerak. Kamar yang gelap akan membuatnya terpejam cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 tahun kemudian, Buto Ijo kembali menyelinap. Ternyata ia tidak pergi kemana-mana. Mendengkur di kolong gelap masa lalu. Aku takut, ia akan menyelinap mencekikku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Genggam tanganku dan kita cari tempat yang lebih baik &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di tempat yang bisa melihat matahari terbenam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tempat yang dikata orang sebagai ujung pelangi &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku akan menganyam hangat mentari agar kamu tetap tersenyum &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;matahari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116308418076384561?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116308418076384561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116308418076384561' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116308418076384561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116308418076384561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/11/buto-ijo.html' title='Buto Ijo'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116291022803089827</id><published>2006-11-07T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:51:15.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Pohon Berdaun Kuning</title><content type='html'>sepotong senjaku kembali&lt;br /&gt;bersama guguran dedaunan&lt;br /&gt;yang tak lebih lebar dari koin seratusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan warna kuning&lt;br /&gt;yang rontok di kanan kiri sepanjang jalan&lt;br /&gt;angin akan mempermainkannya&lt;br /&gt;ke kanan ke kiri&lt;br /&gt;seperti aku memainkan kelopak daun yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepotong senjaku kembali&lt;br /&gt;sama seperti kuhirup aroma pucuk-pucuk pohon itu&lt;br /&gt;sama seperti kuinjakkan kakiku pertama di kota ini&lt;br /&gt;sama seperti aku lihat hujan pertama di bulan november dari bawah pohon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang sekali, senja kemarin hujan tidaklah datang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilaki, 4/11/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pohon-pohon itu namanya apa sih?Besar, kekar, berkulit kayu lembab. Selalu merontokkan daun berwarna kuning cerah ketika bulan Oktober mulai mampir. Ketika itu, aroma kayu yang khas pun menguar ... Apa betul pohon-pohon itu yang bernama Ki Hujan alias Samanea saman?&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116291022803089827?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116291022803089827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116291022803089827' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116291022803089827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116291022803089827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/11/pohon-berdaun-kuning.html' title='Pohon Berdaun Kuning'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116152871050947085</id><published>2006-10-22T21:05:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:31:50.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Suatu Pagi di Jatinegara</title><content type='html'>Di depan pembelian tiket langsung. Seorang bapak usia empat puluhan bersusah payah keluar dari kerumunan orang yang berjubel di depan tiket. Setelah berhasil, ia berjongkok di bawah plakat besar jadwal kereta dan harga tiket ke semua tujuan. Dibukanya selembar kertas dalam genggaman tangan kanannya. Perlahan. Lalu dengan perlahan pula ia melipat uang tiga puluh ribu sisa pembelian tiket di tangan kirinya. Dan di bibirnya tergantung senyum setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuka percakapan dengan seorang perempuan di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Wah, tiket hari ini sudah habis. Akhirnya saya beli untuk pulangnya saja, tanggal 27 Oktober.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas betul nada bicaranya, kecewa atau separuh bahagia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Emang bapak mo pergi ke mana?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perempuan itu berniat baik, mau menanggapi omongan si bapak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Ke Blitar. Ini saya sudah punya untuk kembali ke sini.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- Terus gimana kalau tidak dapet tiket juga?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Gak papa. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Saya mau menunggu sebentar lagi, katanya mau&lt;/em&gt; ada kereta tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bapak tidak melanjutkan obrolan, dan perempuan itu pun kembali dalam lamunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan menebar pandangan. Ia mencari-cari ruang kosong di sela-sela kerumunan orang yang sedang menunggu kereta. Sementara itu tangannya masih sibuk melipat tiket. Segera dimasukkannya tiket itu ke dalam saku celananya. Ia baru saja menerima tiket itu dari penjaga pintu masuk setelah di atasnya diberi coretan kecil dengan bolpoin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun dijejali orang. Duduk, berdiri, berbaring. Sendiri berkelompok. Di antara aroma peluh ribuan orang, ada wajah-wajah sumringah, karena mau pulang kampung, karena mau bertemu keluarga, karena dapat THR, ato karena mendadak tau apa yang harus dirayakan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpaku pada seorang bocah yang duduk di lantai stasiun. Bocah berumur sekitar tiga tahun itu tampak asyik mengunyah kue. Sementara ibunya jongkok di dekatnya asyik membaca tabloid. Mereka terlihat tak peduli pada lantai keramik stasiun yang warnanya tak lagi putih. Semeter dari ibu dan anak itu ada tong yang dipenuhi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Perhatian, kereta Purwojaya jurusan cilacap segera memasuki jalur satu. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tergesa kereta itu memasuki stasiun. Debu-debu beterbangan bercampur dengan aroma kencing bercampur sampah. Si perempuan menutup hidungnya dengan tangannya, berharap debu beraroma itu tak terhirup. Dilihatnya ibu dan anak itu pun naik kereta itu dengan tergesa. Sama tergesanya dengan kereta yang bergerak keluar dari stasiun. Dan debu-debu pun kembali menghambur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, kereta perempuan itu datang. Ia mendadak sumringah. Kini ia tahu apa yang harus ia rayakan. Hidup sudah terlalu berbaik hati padanya. Dalam hati berkali-kali ia berbisik, &lt;em&gt;Mari kita rayakan! Mari kita rayakan!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116152871050947085?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116152871050947085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116152871050947085' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116152871050947085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116152871050947085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/10/suatu-pagi-di-jatinegara.html' title='Suatu Pagi di Jatinegara'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116109692034010684</id><published>2006-10-17T20:47:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:52:01.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Kisah Ibunda, Ananda, dan Ayahanda</title><content type='html'>Ibunda, bermata teduh dengan senyum separuh. Berbicara dengannya maka akan mengetahui bahwa Ibunda sulit menyembunyikan luka hatinya. Ketika membicarakan Ananda putri satu-satunya, itu berati akan membiarkan bulir-bulir bening menetes dari dari dua mata teduhnya. Sembilu telah tertancap di dadanya. Ananda telah memulangkan kasih yang terbalut sajadah. Kasih yang telah 26 tahun dia berikan pada Ananda. Meski begitu tak ingin dia putuskan kasihnya. Dia tabah. Dia yakin, Tuhan sedang mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananda, mewarisi mata teduh milik Ibunda. Hanya gelisah yang membuat mata indah itu kuyu, dan wajah cerianya yang dulu berubah layu. Berbicara dengannya maka tidak ada seorang pun yang bisa merabai jalan pikirannya. Ketika membicarakan ibunda, itu berati membiarkan wajah ayunya sontak mengeras. Baginya, kisah Malin Kundang hanyalah dongeng bocah negeri seberang. Baginya, Malin Kundang ibunya durhaka. Diterimanya bisik lembut amarah Ibunda. Sakit hati diabaikannya. Dia tabah. Keinginannya bulat, mengembara di padang gembala untuk mencari apa yang diyakininya meski harus memutuskan kasih Ibunda. Dia pun yakin, Tuhan sedang mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahanda, bermata tajam namun lembut. Rambut yang dibiarkan memutih menunjukkan seberapa panjang bentang hidup yang telah dilaluinya. Tidak banyak bicara, hanya sesekali bersuara. Separuh harga dirinya koyak, sebagai kepala keluarga dia tak mampu menahannya keinginan Ananda putri satu-satunya untuk pergi. Dibiarkannya Ananda melontarkan semua amarahnya. Ditelannya, meski dirasa hatinya makin terluka. Tak seujung kuku pun dia berniat memutus kasih pada Ananda. Dia tabah. Dia yakin, Tuhan sedang mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda, Ananda, dan Ayahanda bertemu. Duduk dalam waktu beku dan suasana kaku. Semuanya terpaku, tak lagi berkehendak untuk saling menerima. Dalam diam mereka mencoba berbicara dengan Tuhan. Namun rupanya Tuhan telah membiarkan kasih pergi dari hati tanpa mereka sadari. Satu keyakinan mereka, Tuhan sedang mencoba mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kisah, di mana kasih tersisih atas nama Tuhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116109692034010684?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116109692034010684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116109692034010684' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116109692034010684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116109692034010684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/10/kisah-ibunda-ananda-dan-ayahanda.html' title='Kisah Ibunda, Ananda, dan Ayahanda'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-116049250297551258</id><published>2006-10-10T21:04:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:46:47.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Jam yang Berdetak Malas</title><content type='html'>Aku jenuh. Sudah beberapa hari ini aku hidup seperti kehilangan ruh. Lagi-lagi aku mengumpat pada rutinitas sialan yang mengunciku dalam ruang hampa bernama kerjaan. Aku masih harus bersyukur, yang kutemui setiap hari tak pernah sama. Pak Anu di kantor itu, ato Bu Eta di kantor ini. Tidak sama. Yang kubicarakan bersama orang-orang itu pun tak pernah sama setiap harinya. Pupuk, beras, angkutan, harga sembako, tekstil, pupuk, beras, garmen, teh, sembako, beras, ujian paket C, waduk Jatiluhur, situ, beras ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jenuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap menitnya, aku bergerak mengikuti jam matahariku, menepati jam kebutuhanku. Jamku memang tak pernah sama. Aku tak punya jam kantor, yang memaksaku untuk selalu berada di kantor tepat jam delapan seperti orang-orang pada umumnya. Aku pun tak punya bel pulang ke rumah yang membuatku harus beranjak dari kantor tepat jam lima sore. Dan aku pun tak lagi berharap punya waktu mengulum seteguk teh yang hangat bersama orang-orang yang hangat. Ataupun bermimpi memamah kue nastar bersama orang-orang yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya jam khusus yang membuatku harus berputar mengikuti gravitasinya. Jam itu berdetik mengikuti ketikan keyboard komputer, dan jarumnya berputar searah isu yang bergulir. Idealisme diharapkan menjadi batere yang menggerakkan jam itu secara mekanis. Dan hariku dipaksa menggelinding mengikuti itu semua. Tidak peduli aku megap-megap mengejarnya, dan tidak peduli otakku terengah-engah memburunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku (kembali) jenuh. Jamku kembali berdetak malas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-116049250297551258?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/116049250297551258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=116049250297551258' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116049250297551258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/116049250297551258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/10/jam-yang-berdetak-malas.html' title='Jam yang Berdetak Malas'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115928039022589268</id><published>2006-09-26T19:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T21:28:14.013+07:00</updated><title type='text'>Dulu Tuhan Pernah Tersenyum di sini</title><content type='html'>Sepotong jalan di Kecamatan Cicurug. Jalan yang berada di ujung utara Kabupaten Sukabumi. Seruas jalan yang menuju Kabupaten Bogor di sebelah utara. Panjangnya tidak lebih dari satu kilometer. &lt;div&gt;Bagi pendatang sepertiku, jalan itu tentu biasa saja. Tapi jalan itu menjadi begitu istimewa karena begitu menjejakkan kakiku di situ, sontak berpikir Tuhan kini tak lagi tersenyum di tanah Priangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan perkebunan teh atau kopi ala tanam paksa abad 18 yang di kanan kiri jalan itu. Bukan pula pedati atau kereta uap yang lewat di situ. Tapi truk truk gandeng yang berlomba dengan angkot, dan di sela-selanya terhimpit motor. Jangan harapkan udara sejuk, meski jalan itu berada di punggung gunung, bersiaplah untuk menghirup udara kering bercampur debu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sudut kota tua Pamoyaman, ibu kota Kabupaten Cianjur. Meski sudah ada sejak 1792, kilas masa lalu tak terpahat lagi di dinding bangunannya. Masjid agung pun sudah tidak menyisakan bentuk aslinya. Bukan masjid yang beraroma kayu lapuk lembab tapi bangunan megah beraroma karpet yang baru dibersihkan tiga hari lalu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di jalan-jalan kota tak nampak lagi keramahan. Pejalan kaki terhimpit becak dan motor. Angkot menjadi raja jalanan. Sopir-sopir itu agaknya enggan untuk menyapa penumpangnya. Mereka lebih suka memanggil para penumpang dengan suara klakson yang bikin kepalaku rasanya mau meledak karena bisingnya. Bagi pendatang sepertiku, kota tua itu biasa saja. Tapi kota itu menjadi istimewa ketika kupikirTuhan kini tak lagi tersenyum di tanah Priangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku bukan orientalis. Tapi cerita tentang pesona tanah Priangan yang elok rupawan telah lebih dulu mendekam di otakku. Mungkin benar kalau Tuhan pernah tersenyum di sini... dulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115928039022589268?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115928039022589268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115928039022589268' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115928039022589268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115928039022589268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/09/dulu-tuhan-pernah-tersenyum-di-sini.html' title='Dulu Tuhan Pernah Tersenyum di sini'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115789937754641326</id><published>2006-09-10T21:12:00.000+07:00</published><updated>2006-09-10T21:42:57.560+07:00</updated><title type='text'>Tentang Keluarga Rumput</title><content type='html'>&lt;em&gt;+ Ini ibu rumput &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Ini suami rumput&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Ini bayi rumput&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;+ Ini keponakan laki-laki rumput&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sejumlah tulisan pada secarik kertas kecil yang ditancapkan dengan lidi ke sebidang tanah berumput. Masing-masing perkenalan, dituliskan pada satu kertas. Karena lahannya lumayan panjang, dan tulisannya juga mungkin jumlahnya seratusan, alhasil tulisan-tulisan itu seperti vegetasi baru yang tumbuh di halaman ITB. Kalau ingat tentang keluarga rumput,  mungkin gak perlu lagi ada tulisan &lt;em&gt;Dilarang Menginjak Rumput&lt;/em&gt;. Itu pelajaran yang kudapat dari Pasar Seni ITB. Lucu juga idenya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115789937754641326?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115789937754641326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115789937754641326' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115789937754641326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115789937754641326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/09/tentang-keluarga-rumput.html' title='Tentang Keluarga Rumput'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115779527551805589</id><published>2006-09-09T16:20:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:54:52.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Ada Gerhana Bulan!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/Gerhana%20Bulan.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/Gerhana%20Bulan.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jumat, dini hari, jam dua kurang tujuh menit.&lt;br /&gt;Mencoba menjadi saksi peristiwa alam bersama belasan orang lainnya. Sudah hampir dua jam aku berkali-kali menatap bulan. Melihat bayangan hitam yang merambat perlahan menutupi wajah bulan yang purnama. Ya, aku melihat gerhana bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung ada tikar yang tidak seberapa luas, setidaknya membuat leherku tidak kaku demi melihat fenomena yang dianggap penting itu. Badanku rebah, dengan kaki yang berulang kali bergerak ke kanan ke kiri untuk mengusir angin Lembang yang dingin. Tapi percuma. Kaki dan badanku tetap saja dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin terlalu antusias. Sama seperti belasan orang temanku itu. Salah informasi tepatnya. Aku terlanjur mengira bahwa itu adalah gerhana bulan total. Ternyata, hanya 20 persen muka bulan yang tertutup. Waduh! Padahal udah pamer sama Law segala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah, setidaknya aku bisa melihat gerhana bulan dari di Observatorium Bosscha. Tempat yang sudah kesohor untuk meneliti benda-benda langit sejak zaman menir tahun 1923.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat juga mengintip bulan di layar komputer yang sudah disambungkan dengan Teleskop Unitron. Dari lima teleskop yang ada, Unitron yang terkecil. Tapi, yang bikin aku bertambah takjub, teleskop itu didesain untuk mengikuti gerak bulan secara mekanik. Kulihat ada silinder yang terus berputar, padahal tidak ada mesin bersolar yang menggerakkannya. Jadi inget jam tangan mbah kakung yang tidak pakai batere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto bulan: Pak Hendro Setyanto, observer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115779527551805589?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115779527551805589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115779527551805589' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115779527551805589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115779527551805589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/09/ada-gerhana-bulan.html' title='Ada Gerhana Bulan!'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115642356056333886</id><published>2006-08-24T19:01:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:52:48.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Rumah Mungil di Tepi Sungai</title><content type='html'>Rumah mungil di tepi sungai&lt;br /&gt;Bukan rumah cokelat, tapi lebih mirip biskuit&lt;br /&gt;Kotak kotak berhimpit&lt;br /&gt;Di tengahnya ada krim manis&lt;br /&gt;Manis senyummu&lt;br /&gt;Senyum ibu bapakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mungil di tepi sungai&lt;br /&gt;Sungai itu bukan sungai cokelat milik Wonka&lt;br /&gt;Bukan pula milikmu&lt;br /&gt;Lebih suka aku menyebutnya milik kita&lt;br /&gt;Seperti senja ungu jingga di atas atap&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Senja yang kita tatap &lt;/div&gt;Seraya berharap tak cepat-cepat lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semilir angin membawa keriut jembatan bambu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di bawah langkah para pendoa &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langit berubah temaram&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rumah mungil di tepi sungai pun ikut temaram&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Senja kali itu seperti lukisan di buku dongeng &lt;/div&gt;Sayang malam terlalu cepat datang&lt;br /&gt;Bersama serbuan nyamuk yang mungkin belasan atau puluhan&lt;br /&gt;Dan lukisan itu pun hilang di telan gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Romantis itu tidak selalu harus sakit kan?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampangan, 20/08/06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115642356056333886?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115642356056333886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115642356056333886' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115642356056333886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115642356056333886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/08/rumah-mungil-di-tepi-sungai.html' title='Rumah Mungil di Tepi Sungai'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115556251527856091</id><published>2006-08-14T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:53:13.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>Aku akan pulang&lt;br /&gt;Pulang&lt;br /&gt;Menemui ibuku&lt;br /&gt;Ibuku yang menungguku di ruang keluarga kami yang hangat&lt;br /&gt;Dengan secangkir teh yang juga hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku akan pulang&lt;br /&gt;Pulang&lt;br /&gt;Menemui kekasihku&lt;br /&gt;Kekasihku yang akan menungguku di stasiun&lt;br /&gt;Dan bersamanya kami akan membelah Yogya yang baru terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan pulang&lt;br /&gt;Pulang&lt;br /&gt;Menemui separuh hidupku&lt;br /&gt;Di tempat yang selalu aku sebut rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan pulang&lt;br /&gt;Pulang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115556251527856091?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115556251527856091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115556251527856091' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115556251527856091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115556251527856091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/08/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115505133955805855</id><published>2006-08-08T21:14:00.001+07:00</published><updated>2007-03-04T20:40:49.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehat'/><title type='text'>Susu "Hi Cal"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/Tulang%20oranye2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/Tulang%20oranye2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/Osteoporosis.0.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini punggungku sakit. Tidak setiap hari. Seperti angin malam yang menerobos ventilasi kamarku, yang datang dan pergi, yang kadang dingin kadang tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai memikirkan sebabnya. Karena salah tidur, kurang peregangan badan, kelamaan naek motor, sikap duduk yang salah pas ngetik di komputer, atau kekurangan kalsium? Jawaban terakhir menunjukkan tidak saja tulang punggungku yang bermasalah, tapi sepertinya akal sehatku juga sedikit bermasalah akhir-akhir ini.Aku mulai memikirkan untuk mengonsumsi susu dengan kadar kalsium tinggi. Ini betul-betul menggugah pikiran mapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aku selalu berpikir bahwa semua susu adalah baik. Dan semua susu mengandung kalsium yang berguna buat pembentukan tulang. Tapi entah bagaimana, kini aku punya anggapan bahwa susu "hi cal" itu bener-bener mengandung kalsium yang lebih tinggi daripada susu cap bendera yang biasanya aku minum. Dan kupikir itu membuatnya lebih baik. Padahal aku minum susu cap bendera itu sudah dari TK. Dan tidak ada satu pun merek susu yang rasanya bisa menggantikan rasa susu itu di lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena enak sebenernya sehingga membuat rasa susu itu tak tergantikan. Tapi karena sudah terlalu biasa. Bertahun-tahun. Rasa itu mengerak di lidahku. Bagaimana tidak? Semua orang di sekitarku minum itu. Mamaku, simbahku adalah contohnya. Sejak aku bisa mengingat, aku tau kedua perempuan itu setiap hari minum susu cap bendera di pagi hari. Empat sendok teh susu dicampur tiga sendok teh gula dan satu sendok penuh cokelat bubuk. Manisnya minta ampun. Kentalnya apa lagi. Mengalahkan susu kental manis yang pada zaman TK dulu begitu menggoda anak-anak seumurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena sepanjang umurku ini aku selalu minum susu, aku tidak pernah sekalipun berpikir aku kekurangan kalsium. Hingga sakit punggung ini membuatku khawatir. Aku pun mulai berhitung-hitung dengan kalsiumku. Hitungan serampangan sebenernya. Katanya, menurut info di artikel-artikel kesehatan yang kubaca, perempuan di usiaku, yang 25 tahun ini, lebih cepat melepaskan kalsium dari pada menyerap kalsium. Jadi, kalau aku kurang mengonsumsi kalsium, maka badan akan ambil kalsium dari tulangku. Lalu, tulangku jadi tak lagi padat dan beresiko keropos. Padahal, masih kata artikel-artikel itu, perempuan seumurku membutuhkan 1.000 mg/hari sementara itu rata-rata orang hanya mengonsumsi 250 mg/hari. Lha trus gimana coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Dan aku pun mulai terpengaruh sejak sakit punggungku ini. Apalagi sejak aku mulai memikirkan gigiku yang juga keropos. Dan secara serampangan aku mulai menghubung-hubungkan dua hal yang aku pun tidak yakin itu memang berhubungan. Aku pun mulai membeli susu "hi cal". Entah apa alasannya. Yang jelas, sepertinya aku lebih perlu akal sehat sekarang ini. Paling tidak untuk menjawab pertanyaanku sendiri, "Apa iya susu "hi cal" itu lebih baik daripada susu yang tidak "hi cal"?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115505133955805855?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115505133955805855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115505133955805855' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115505133955805855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115505133955805855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/08/susu-hi-cal.html' title='Susu &quot;Hi Cal&quot;'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115409995565983446</id><published>2006-07-28T21:05:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T21:22:08.223+07:00</updated><title type='text'>Cerita Orang Tua di Stasiun yang Suram</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/Stasiun1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/Stasiun1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang tua setengah linglung yang melakukan perjalanan ulang alik dengan kereta api. Lokomotif mendengus-dengus menarik gerbong. Tautan gerbong demi gerbong berderit-derit, disela gesekan besi dengan besi, mengiringi lokomotif yang sesekali menjerit. Kereta melewati stasiun demi stasiun, menurunkan wajah-wajah kelelahan, meninggalkan muka-muka lusuh dalam penantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu sungguh diceritakan linglung. Digambarkan selalu menenteng kopor dan menggenggam tiket bernomor. Dalam kereta yang ditumpanginya pikirannya entah kemana. Ditanya kondektur hendak kemana pun ia bingung, pun di akhir cerita ia bahkan tidak mengenali lagi kopor yang ditenteng-tentengnya itu. Hingga sempat ia dituduh mencuri kopor itu dari seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu memang linglung. Pikirannya selalu kemana-mana mengingat potongan-potongan peristiwa yang sudah dia lalui. Juga potongan-potongan cerita yang mungkin hanya ada di kepalanya saja. Hingga datangnya seorang lelaki muda yang menemuinya di depan toilet kereta api yang sempit dan bau. Lelaki muda itu bertanya pada orang tua itu, "Pernahkah kau merasa sunyi, .. padahal kamu mempunyai pekerjaan, penghasilan, keluarga, teman, rencana, masa depan, dan harapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ada dalam novel yang sedang kubaca. Novel yang menarik. Bersampul gambar lokomotif berwarna suram kehjau-hijauan. Sepertinya lokomotif itu hendak memasuki stasiun. Karena aku bisa melihat pilar besi penyangga stasiun yang mengintip di sisi kanan sampul itu. Yup, seperti gambar sampulnya, seluruh isi buku itu bercerita tentang kehidupan di atas gerbong kereta api. Kehidupan yang berpapasan dengan kehidupan lain ketika kereta itu menyinggahi stasiun demi stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukan novel itu di toko buku kecil di jalan Lengkong. Toko buku kecil yang mengingatkanku pada model toko buku diskon di Yogya. Sampul buku itu menarik perhatianku tidak sengaja ketika tanganku membolak balik buku-buku yang diberdirikan berjejer-jejer. Dan kuputuskan untuk membelinya. Imajinasiku sudah terlanjur menari-nari ketika mataku tertumbuk pada judul novel itu. Stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa hari ini aku membaca potong demi potong kisah itu, sesaat sebelum tidur, sesaat ketika sarapan, sesaat ketika menunggu orang di ruang tunggu kantor, dan sesaat sesaat yang lain. Tapi sepertinya aku salah memilih bacaan. Bukan karena novel itu tidak bagus, bukan juga karena aku tidak suka novel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang suram itu sepertinya makin bikin pikiranku makin kusut saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115409995565983446?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115409995565983446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115409995565983446' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115409995565983446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115409995565983446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/07/cerita-orang-tua-di-stasiun-yang-suram.html' title='Cerita Orang Tua di Stasiun yang Suram'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115349467615871670</id><published>2006-07-21T21:05:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:57:46.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Rumit</title><content type='html'>Kayaknya hidup ini memang rumit. Terutama karena aturan mainnya. Rumitnya lagi, ternyata ada orang yang memang suka memperumit masalah. Itulah pesan hidup yang aku pelajari selama lima bulan ini di kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap pagi, aku dan teman-teman kosku selalu punya cerita bagaimana rumitnya hidup di kos. Maklum, si empunya kos kami itu punya sederet aturan. Sepertinya supaya kos hening sepi tentrem karta raharja. Tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk tahu bagaimana aturan itu diterapkan. Teman baru kami, yang baru beberapa hari di kos kami itu pun langsung tau bagaimana sistem itu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi kemarin, dia terpaksa harus menghitung berapa gayung air yang sudah dia gunakan untuk mandi. Itu karena dia langsung kena tegur ibu kos karena dianggap terlalu boros memakai air. Bagaimana ibu kos bisa tahu pemakaian air mandi? Itulah yang selalu menjadi topik perbincangan kami.&lt;br /&gt;Kami anak kos jadi curiga, diam-diam ibu kos menghitung berapa kali suara gayung bertemu ember, atau berapa kali kami cibang cibung menghasilkan suara guyuran air.&lt;br /&gt;Konon, semua itu dilakukan demi efisiensi penggunaan air. Kalau bisa, cukup belasan gayung saja. Dalam hitunganku aku mengira-ira seperti ini: satu gayung untuk cuci muka, tiga gayung untuk badan. Sabunan. Lalu lima gayung maksimal untuk membilas. Plus sikatan, cebok, pake sabun wajah khusus jerawat mungkin sekitar 13 gayung air. Untung saja aku cuma mandi sekali di kos. Kalau saja aku mandi sehari dua kali di kos, mungkin terguran untukku akan lebih parah. Soalnya aku paling suka berlama-lama di kamar mandi. Jadi, situasi ini mengajariku untuk tidak sering-sering mandi di kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan akan menjadi semakin rumit karena tidak dikomunikasikan secara langsung. Pesan yang ingin disampaikan sebetulnya penting. Tapi karena penyampaiannya terlalu berlebihan maka rasa-rasanya pesan itu jadi bernilai terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi ibu kos adalah menulis suatu pesan lewat surat terbuka. Aku kembali mengira-ira, supaya anak yang bertabiat tidak baik dapat diperbaiki, namun anak yang sudah bertabiat baik tidak berubah menjadi tidak baik. Mungkin. Pesan yang tertulis di atas kertas buram itu berisi tentang larangan untuk menggunakan sandal basah dalam ruangan. Baiklah, itu sebuah pesan yang biasa. Namun, yang bikin pesan itu tidak biasa karena pesan itu tiba-tiba tertempel tepat di pintu masuk ruang bersama. Dan yang bikin tidak biasa lainnya, pesan itu tertulis asal-asalan, berhuruf asal tebal, asal bisa dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, ternyata yang diserang oleh pesan itu adalah temanku Yuni yang berwatak memang cuek. Konon kabarnya, dia memang jarang tersenyum, jarang menyapa ibu kos. Memakai sandal jepit warna ungu adalah perilaku yang dipandang sering. Sandal jepit yang dipakainya mencuci, hendak ke kamar mandi, masak, tapi dilepaskan ketika dia masuk ke kamarnya. Untunglah, aku tidak punya kebiasaan memakai sandal jepit di kos. Dan aku pun terbebas dari tuduhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup. Bagaimanapun aku bernasib baik. Meski punya sederet aturan, rapotku masih bersih. Tapi itu tampaknya bukan karena aku bertabiat manis, tapi karena aku memang jarang ada di kos.&lt;br /&gt;Dan bagaimanapun aku bernasib baik. Berkat sederet aturan itu pula kosku nyaman untuk dihuni karena bersihnya. Yang sedikit mengganggu hanya bak cuci piring saja yang kerap kali ditumpuki piring-piring kotor. Atau juga ceceran air di lantai deket bak cuci piring yang bercampur dengan debu dan rambut-rambut para penghuninya yang rontok. Selebihnya, kos itu sangat layak huni. Tidur nyenyak sungguh bikin hidup akan terasa enak. Apalagi, dari jendela kamarku aku punya pemandangan cekungan Bandung yang menakjubkan ketika malam. Dengan semua itu, hidup rumit? Itu sudah biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115349467615871670?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115349467615871670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115349467615871670' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115349467615871670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115349467615871670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/07/rumit.html' title='Rumit'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115228356544318642</id><published>2006-07-07T21:27:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:53:31.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Pagi yang terlalu sempurna</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/100_0666.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/100_0666.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi yang terlalu sempurna&lt;br /&gt;mengetuk pintu kamarku&lt;br /&gt;Sebelumnya, matahari pagi kubiarkan masuk&lt;br /&gt;setelah bermenit lamanya kupandangi wajah cerianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang terlalu sempurna&lt;br /&gt;untuk kubiarkan pergi begitu saja&lt;br /&gt;kujamu ia seolah aku tak kan bertemu dengannya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi pagi akan selalu sempurna&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dengan senyum kekasih dan tawa sahabat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;07/07/2006&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Thx Law, Nik, sudah membuat pagi yang terlalu sempurna mampir di pintu kamarku &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115228356544318642?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115228356544318642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115228356544318642' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115228356544318642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115228356544318642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/07/pagi-yang-terlalu-sempurna.html' title='Pagi yang terlalu sempurna'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115228229719861675</id><published>2006-07-07T20:53:00.000+07:00</published><updated>2006-07-07T21:24:57.210+07:00</updated><title type='text'>Kue Cokelat dan Mentari Hangat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/1600/100_0686.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7097/2288/320/100_0686.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;suatu saat nanti&lt;br /&gt;aku akan memberi bunga ini sendiri padamu&lt;br /&gt;dan kita berbagi manis kue cokelat dan hangat mentari sore&lt;br /&gt;selamat ulang tahun suryasenja gravitasiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07/07/2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115228229719861675?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115228229719861675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115228229719861675' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115228229719861675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115228229719861675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/07/kue-cokelat-dan-mentari-hangat.html' title='Kue Cokelat dan Mentari Hangat'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115141793771123722</id><published>2006-06-27T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:54:45.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Kupu-kupu Kaku dalam Kotak Marun</title><content type='html'>Sepasang kupu-kupu kaku&lt;br /&gt;Dan kaos kaki sewarna pelangi&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kotak marun segi delapan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang kamu pikirkan kekasihku?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kupu-kupu itu akan tersangkut di rambutku &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yogyakarta, 25/06/06&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115141793771123722?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115141793771123722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115141793771123722' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115141793771123722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115141793771123722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/06/kupu-kupu-kaku-dalam-kotak-marun.html' title='Kupu-kupu Kaku dalam Kotak Marun'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-115081177611794326</id><published>2006-06-20T20:42:00.001+07:00</published><updated>2007-02-21T18:56:15.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>"Eh, namamu siapa ya?"</title><content type='html'>Hari itu adalah hari yang panas. Padahal belum siang betul. Baru jam 10. Dengan menggerutu aku lintasi juga halaman kampus teknik terbesar di Indonesia itu. Bukan jarak yang bikin aku kesal, tapi lebih karena ketidaktahuanku. Aku mencari laboratorium lingkungan. Dan saking besarnya kampus itu, setelah beberapa kali bertanya aku baru menemukan fakultas tempat laboratorium itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku bertanya pada orang yang salah. Tapi kemungkinan besar akunya yang gak bisa mengingat apa yang orang itu katakan. "O di sana, di belakang gedung ini!" kata orang pertama. Kupikir betapa celakanya aku karena aku sama sekali tidak tahu mana sisi belakang dan mana sisi depan gedung megah yang berdiri di depanku itu. Dan tambah celaka lagi, di blok tempat aku berdiri ada sejumlah gedung yang sama besar dan megahnya. Jadi sebenernya aku tidak terlalu pasti pada orang yang kutanyai itu karena dia pakai keterangan tambahan, "Itu yang atapnya kelihatan dari sini." Padahal, ada tiga atap yang kulihat dari tempatku berdiri. Tapi itulah, aku sult menghafal apa yang orang katakan kalau aku tidak melihat sesuatu yang bisa jadi cantolan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan mengandalkan perkiraan dan nasib baikku, aku tiba pada gedung yang aku tuju. Suatu kebetulan, aku melihat rupa orang yang kukenal di lift. Tapi aku lupa namanya. Aku colek saja bahunya dan kuberi dia senyum. Dan dia balas senyum. Nah, betul, dia temanku SMA. Waktu yang sepuluh tahun tidak mengubah apapun dari wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia puas memenuhi rasa ingin tahunya, mengapa bisa bertemu aku di kampus itu, aku pun bilang padanya. "Eh, namamu sapa ya? Maaf aku lupa." Ini aku katakan dengan amat sangat kikuk karena ternyata dia masih ingat namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, dia bukan orang yang mudah tersinggung. Dan dengan nada yang tetap ramah dia menyebutkan namanya. Dan nasib baik sepertinya tetap milikku ternyata dia adalah asisten dosen di laboratorium yang aku tuju. Urusanku di situ pun menjadi lebih cepat dari yang kuduga. Setelah beberapa menit kami mengobrol, aku pun pamit. Dan sebelum aku cabut, dia berjanji mengirimkan undangan untuk bergabung di milis SMA. Dan aku pun berjanji untuk segera bergabung di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku itu ternyata menepati janjinya. Dia sudah mengirimkan undangan itu. Dan aku pun sudah mendaftarkan diriku meski aku sampai sekarnag belum juga ikut urun rembug. Dan itu ternyata membuatnya heran. "Udah daftar kok blum nimbrung?" katanya di sms.&lt;br /&gt;Itu pertanyaan sederhana tapi sulit kujawab. Aku ingin sekali bergabung di sana, ngobrol ngalor ngidul seperti di warung mie di depan sekolah, ato di warung jajanan di belakang sekolah, ato di kelas pas pelajaran antropologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata aku betul-betul sudah lupa nama anak-anak yang ada di milis. Aku jadi serba bingung, mau bergabung nimbrung, tapi tidak tahu bagaimana cara menyapa? Aku tak lagi ingat rupa pemilik nama-nama yang tercantum di milis itu. Kupikir akan lebih mudah kalau aku menyapa dengan melihat rupa mereka, meski aku tak lagi ingat siapa namanya. Yah, seperti aku menyapa seorang teman yang kujumpai di lift siang itu. Paling tidak aku bisa bertanya, "Eh, namamu siapa ya?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-115081177611794326?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/115081177611794326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=115081177611794326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115081177611794326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/115081177611794326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/06/eh-namamu-siapa-ya.html' title='&quot;Eh, namamu siapa ya?&quot;'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114882610348036425</id><published>2006-05-28T21:05:00.000+07:00</published><updated>2006-05-29T21:33:29.576+07:00</updated><title type='text'>Sabtu Kelabu</title><content type='html'>Itu Sabtu kelabu yang pernah aku tahu&lt;br /&gt;Ketika maut datang dari laut&lt;br /&gt;Mampir membelai daratan selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghantarkan kepanikan&lt;br /&gt;Tangisan&lt;br /&gt;Dengan ribuan korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, itu sabtu paling kelabu yang pernah aku tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28/05/06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114882610348036425?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114882610348036425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114882610348036425' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114882610348036425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114882610348036425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/05/sabtu-kelabu.html' title='Sabtu Kelabu'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114865320042911985</id><published>2006-05-26T20:07:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:57:04.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Nirwana</title><content type='html'>Seorang teman lama meneleponku pagi kemarin. Dia menanyakan kabarku, dan kami pun saling bertukar cerita. Dia bilang bahwa dia sekarang sudah berhasil memenugi keinginannya, yaitu menulis untuk cerita di televisi. Tapi ternyata televisi itu tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Dia harus berlomba dengan waktu untuk menghasilkan jalan cerita yang terbaik. Dan dia juga sehari-hari harus memeras otaknya supaya cerita kreatif itu mengalir. "Sungguh, televisi itu tidak seperti nirwana," ujarnya dalam tawanya yang masih saja seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, dia memang suka menulis. Apa saja yang bisa dia tulis, pasti akan dia jadikan tulisan. Tulisannya menarik. Setidaknya bisa membuatku untuk mengkhayalkan lebih jauh cerita selanjutnya. Tapi yang lebih aku sukai adalah semangatnya. Meski dia tidak menemukan nirwananya, dia masih saja bisa tertawa. Tentu dengan tawanya yang sama seperti dulu, sengau dan sama sekali tidak renyah. Bahkan, dia sempat bilang akan mengirimkan foto terbarunya dengan rambutnya yang dicat. "Aku lebih gaul sekarang!" serunya. Dan karenanya, aku pun bisa menikmati kesenangannya. Kesenangannya dalam nirwana yang telah dibangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga sempat bercerita tentang tiga teman kami yang laen. Tiga teman dengan tiga nirwana mereka. Nirwana yang membuat mereka betah dengan status mahasiswa. Dan kesimpulan kami, tiga teman itu sepertinya menolak untuk memasuki dunia nyata. Mereka lebih senang mempertahankan dunia mahasiswa mereka plus mimpi membangun nirwana mereka. Tapi sudahlah setidaknya mereka punya nirwana.&lt;br /&gt;Apakah aku harus membangun Nirwanaku, di sini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114865320042911985?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114865320042911985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114865320042911985' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114865320042911985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114865320042911985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/05/nirwana.html' title='Nirwana'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114701074471356180</id><published>2006-05-07T20:05:00.000+07:00</published><updated>2006-05-10T22:46:11.353+07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang lelaki nyaris terlelap ketika hujan turun&lt;br /&gt;Ini menjelang waktu tidur siangnya&lt;br /&gt;Ting-ting.. hujan itu mulai berdenting di kepalanya&lt;br /&gt;Mengingatkan pada kekasihnya&lt;br /&gt;Kekasih yang setiap pagi dendangnya ia rindukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merindukan kekasihnya seperti bumi yang merindukan hujan&lt;br /&gt;Seperti matahari yang membiaskan cahayanya dalam hujan&lt;br /&gt;Begitu sederhana&lt;br /&gt;Berlalu sepeti halnya waktunya yang kini membatu&lt;br /&gt;Ia selalu melihat senyum kekasihnya ketika hujan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu pun beranjak&lt;br /&gt;Dari jendela dilihatnya bukit di sana&lt;br /&gt;Hujan telah membawa kabut&lt;br /&gt;Putih bergumpal-gumpal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu membuka pintu rumahnya&lt;br /&gt;Berharap seseorang akan datang senja itu&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun di sana&lt;br /&gt;Yang terlihat hanya tetes air atap terasnya&lt;br /&gt;Jatuh satu persatu&lt;br /&gt;Melubangi tanah membentuk deretan lubang-lubang kecil&lt;br /&gt;Mungkin seperti hatinya yang juga berlubang?&lt;br /&gt;Entahlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipersilahkannya hujan masuk&lt;br /&gt;"Masuklah, nanti kau kedinginan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan berdenting-denting&lt;br /&gt;Bertambah semangat memainkan repertoarnya&lt;br /&gt;Kini jendela rumah itu pun diketuk-ketuknya&lt;br /&gt;Dan lelaki itu pun mulai mengetuk-ketukkan kakinya&lt;br /&gt;Mengikuti irama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa baru sekarang kamu datang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hujan pun tersenyum&lt;br /&gt;Diajaknya lelaki itu berdansa bersamanya&lt;br /&gt;Dan lelaki itu pun menyambutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan pagi&lt;br /&gt;Seorang lelaki berambut putih&lt;br /&gt;Wajah tangan dan kakinya pun memutih pucat&lt;br /&gt;Ditemukan terbaring di atas tanah basah&lt;br /&gt;Bibirnya menyungging senyum&lt;br /&gt;Seperti hujan yang telah tersenyum padanya&lt;br /&gt;Sepanjang malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung 07/06/06&lt;br /&gt;Ketika hujan memahat senyum kekasihku di teras&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114701074471356180?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114701074471356180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114701074471356180' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114701074471356180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114701074471356180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/05/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114501852247999390</id><published>2006-04-14T19:37:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T18:16:35.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernik'/><title type='text'>Ratmi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;“Bangun, sayang!”&lt;br /&gt;Ucapan itu membuyarkan lamunanku. Kulihat perempuan muda berbaju sewarna telur asin duduk di ujung bangku. Kutaksir mungkin usianya tak lebih dari tiga puluh tahun. Rambutnya dicat warna pirang digelung.&lt;br /&gt;Di pangkuannya, duduk bocah berusia sekitar tujuh tahun. Kepalanya rebah di bahu perempuan itu. Matanya terpejam. Rambutnya yang keriting dipermainkan angin yang masuk lewat jendela yang terbuka. Cepat-cepat perempuan itu menutup jendela itu. Kembali dipeluknya si bocah seolah tak ingin ia kedinginan.&lt;br /&gt;”Lihat ada pesawat. Kapan-kapan kita pergi naik itu ya.” kata perempuan itu lagi pada si bocah. Namun si bocah tetap terpejam.&lt;br /&gt;Perempuan itu menggamit telapak tangan si bocah dan mengangkatnya. Tangan kecil itu terkulai lemas. Lembut perempuan itu menciumi telapak mungil itu. Namun si bocah tetap terpejam.&lt;br /&gt;Angkot berhenti. Seseorang perempuan naik. Perempuan itu menggeser duduknya lebih ke ujung. Kulihat perempuan itu makin resah. Wajahnya yang putih terlihat berpeluh. Angin yang masuk lewat pintu angkot yang terbuka tak mampu mengusir peluhnya. Bajunya mulai dibasahi keringat.&lt;br /&gt;Diusapnya dahi si bocah. Dipandanginya wajahnya. Dan ia berkata lagi, ”Sebentar lagi kita sampai. Sabar, ya, sayang.” Kulihat mata si bocah terbuka. Hanya sebentar. Kemudian terpejam lagi. Namun, tampaknya itu bisa membuat perempuan itu tersenyum. Sebentar.&lt;br /&gt;”Kamu mau dibelikan baju yang wana merah itu ya? Nanti kalau kita sudah sampai, kita tidur dulu ya. Trus nanti kita beli baju itu,” kata perempuan itu sambil mencium pipi si bocah. ”Di toko itu, ya, sayang?” Tangannya meraih tangan si bocah dan menunjukkannya ke plaza yang baru saja terlewati. Namun si bocah masih saja terpejam.&lt;br /&gt;Hening. Perempuan itu terus memeluk si bocah tanpa berkata apa pun lagi. Yang kudengar sekarang hanya deru mesin mobil yang kurang perawatan.&lt;br /&gt;Kulihat bocah itu. Usianya sama dengan Ratmiku ketika terakhir kali aku melihatnya. Ah, nduk, kamu di mana sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebentar lagi kita sampai. Ngantuk ya? Mau ibu gendong? Sabar ya sayang. Tidak jauh lagi.”&lt;br /&gt;Ratmi hanya bisa menatapku. Dia tidak mengatakan apapun. Seolah tahu pikiranku yang kalut. Aku terpaksa mengajaknya pergi malam ini juga. Biasanya dia sudah tertidur, tapi kali ini aku bilang padanya akan pergi ke rumah Bulik Mirah. Sial sekali. Bis yang kami tumpangi mogok. Dan akhirnya kami terpaksa menempuh jarak beberapa kilo lagi dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;”Bu, kenapa mereka mau menangkap kita?”&lt;br /&gt;”Tidak. Mereka tidak akan menangkap kita sayang.”&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus mengatakan apa pada Rukmi. Aku tidak menyangka dia tahu kejadian kemarin malam di rumah Haji Tohar tetangga kami. Kupikir kemaren dia sudah tidur. Beberapa orang menjemput Haji Tohar dengan paksa. Mereka menggedor pintu rumahnya, dan memaksa masuk dengan paksa. Beberapa orang berjaga di muka rumah sambil membawa sangkur dan senapan. Kuhitung ia adalah orang kedua belas yang dijemput malam-malam dari desa kami. Entah mau berapa orang lagi.&lt;br /&gt;Ah, seharusnya aku menuruti kata Salman untuk segera pindah. ”Sutami, nyawamu juga terancam. Cepat bakar semuanya, sebelum mereka tahu keterlibatanmu dalam organisasi. Segera tinggalkan rumah!” begitu katanya sebelum pergi. Ia kupaksa meninggalkan aku dan Ratmi karena keadaan makin genting. Kini, setelah Haji Tohar ditangkap, cepat atau lambat aku pasti juga akan ditangkap.&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu aku memang sempat membantu Haji Tohir mengetikkan beberapa surat. Aku kagum pada orang tua itu. Kupikir dia baik, mau membantu membujuk beberapa pejabat desa supaya para petani miskin di desa kami dapat memanfaatkan lahan kosong di areal bekas pabrik roti milik orang Belanda.&lt;br /&gt;”Daripada dibiarkan terbengkalai, lebih baik dipakai untuk menanam jagung,” begitu katanya. Dia orang baik, sampai beberapa orang memperlakukannya seperti penjahat. Mereka membawanya pergi naik truk.&lt;br /&gt;”Bu, kenapa kita musti pergi malam-malam begini? Apa karena mereka mau menangkap kita? Apa iya nanti kita juga dinaikin truk seperti Haji Tohir? Ratmi nggak suka naik truk, Bu.”&lt;br /&gt;”Walah, kamu ini denger dari mana? Udah jangan mikir yang nggak-nggak to. Gini ya nduk, ibu besok harus pergi beberapa hari ke rumah Pakde Har di Semarang. Jadi, beberapa hari kamu ibu tinggal di rumah Bulik Mirah dulu ya. Nanti ibu jemput lagi.”&lt;br /&gt;“Sama bapak juga?”&lt;br /&gt;“Iya, sama bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat puluh tahun sudah. Aku tak pernah lagi bertemu Ratmi. Aku terlambat menjemputnya. Rumah Mirah sudah kosong ketika aku mendatanginya selepas dari penjara tahun 1987. Penjara tanpa pengadilan. Penjara yang menyisakan dendam.&lt;br /&gt;”Bangun Yang!”&lt;br /&gt;Aku terbangun. Ratih meraih tanganku.&lt;br /&gt;”Bangun Eyang, kita sudah sampai. Hati-hati turunnya.”&lt;br /&gt;Dibimbingnya aku turun dari angkot. Kulihat bangku yang diduduki perempuan itu kini kosong. Kupandangi Ratih. Gadis anak tetanggaku ini yang kini setia menjagaku. Dia sudah kuanggap sebagai Ratmiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di November 2005.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114501852247999390?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114501852247999390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114501852247999390' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114501852247999390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114501852247999390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/04/ratmi.html' title='Ratmi'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114424941857973186</id><published>2006-04-05T20:33:00.000+07:00</published><updated>2006-05-08T23:13:24.613+07:00</updated><title type='text'>Kunang-kunang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ingatanku pada kunang-kunang cukup baik.&lt;br /&gt;Dulu, aku sering lihat kunang-kunang di bawah pohon nangka di depan rumah. Sayang, sejak di depan rumah pohon makin berkurang dan semak pun makin jarang, aku sudah tidak pernah melihatnya lagi. Aku juga tidak lagi ingat kapan terakhir melihat kunang-kunang.&lt;br /&gt;Kunang-kunang terlucu yang pernah kulihat ada di Cupido. Komik lama terbitan Indira. mungkin itu terbitan satu-satunya untuk label Cupido. Tak tahulah. Soalnya, aku sudah tidak pernah melihat wujudnya lagi di toko buku. Di situ kunang-kunang digambarin punya bolam lampu di badannya. Gara-gara itu juga, sampai sekarang aku selalu berpikir kalau kunang-kunang memang selalu bawa-bawa lampu, seperti keong yang selalu bawa-bawa rumah.&lt;br /&gt;Impresiku pada kunang-kunang terbangun waktu aku baca Seribu Kunang-kunang di Mahattan kira-kira tiga tahun lalu. Cerita itu membawaku pada kunang-kunang lucuku yang kulihat di depan rumah dulu. Dan cerita itu juga yang menggugahku kalau seribu kunang-kunang bisalah sangat indah. Seperti ribuan kunang-kunang yang kulihat dari atas bukit di Semarang... 21/01/06&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114424941857973186?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114424941857973186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114424941857973186' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114424941857973186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114424941857973186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/04/kunang-kunang.html' title='Kunang-kunang'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114381996945190547</id><published>2006-03-31T22:08:00.000+07:00</published><updated>2006-05-26T19:56:21.803+07:00</updated><title type='text'>Kejutan!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mungkin benar ketika aku berumur delapan tahun kejutan itu identik dengan kesenangan. Waktu itu aku mendapat kejutan handuk warna biru dari bapak. Handuk lebar yang bertuliskan namaku di tengahnya. Kata bapak waktu itu, "Ini buat kamu bawa berenang." Kejutan sederhana, yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi masa itu sepertinya sudah lewat. Bagiku tidak selamanya terkejut itu menyenangkan. Orang yang punya sakit jantung tentu tidak senang kalau terkejut. Tapi herannya, masih saja ada orang yang senang dikejutkan dengan suara-suara aneh dan triakan-triakan ketika menonton film horor. Bagiku, itu kejutan yang sangat tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar besok adalah 1 April. Jadi, sah saja kalau orang memberi kejutan bertajuk April Mop. Tapi bagiku, orang tidak perlu banyak alasan untuk memberi sebuah kejutan. Bisa saja karena satu alasan saja... yakni ruang! Dan malem ini aku dapet kejutan yang sama sekali tidak menyenangkan. Apa yang kukerjakan selama empat jam sia-sia. Itu juga membuatku terkejut! Dan itu lagi-lagi bukan kejutan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, aku tahu hidup itu memang penuh kejutan. Seperti kata Forestgump yang bilang kalau hidup itu seperti sekotak coklat dengan berbagai rasa di dalamnya. Atau seperti yang di film Harry Potter yang punya sebungkus permen aneka rasa termasuk rasa lendir or something (aku bukan Potter mania!). Aku tidak menutup mata tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sekarang, pekerjaanku terlalu penuh kejutan. Harus dinamis katanya. JAdi harus siap dengan segala perubahan dan konsekuensinya. Dengan frame sepuluh bulan lalu, hidupku sekarang ini sudah menjadi kejutan juga. Menyenangkan? Mungkin aku baru bisa benar-benar menjawabnya dalam tiga atau dua tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa menunggu kejutan memang sudah lama lewat. Entah aku harus bersyukur atau malah bersedih. Seolah aku tak lagi bisa mengagumi hal-hal kecil di luar kebiasaan. Kejutan menjadi terlalu biasa. Mungkin gara-gara doktrin sialan yang membuatku harus harus berpikir dinamis? Atau jangan-jangan aku sekarang memang perlu dikejutkan. Seperti orang yang jantungnya berhenti dan membutuhkan sengatan listrik untuk membuatnya berdetak kembali. Supaya aku tahu bahwa hidup ini tidak statis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meski aku tak lagi bisa mengapresiasi kejutan seperti 17 tahun lalu, gajah pink adalah kejutan yang menyenangkan! Sangat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114381996945190547?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114381996945190547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114381996945190547' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114381996945190547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114381996945190547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/03/kejutan.html' title='Kejutan!'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114338203493262178</id><published>2006-03-26T20:21:00.000+07:00</published><updated>2006-05-08T23:11:04.103+07:00</updated><title type='text'>"Jadi, kita bertemu untuk apa ya?"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Jadi, kita bertemu untuk apa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terusik dengan pertanyaanmu malam itu.&lt;br /&gt;"Kenapa ya, kita bertemu tapi ketika bertemu justru bicara dengan orang lain yang jauh di sana?" katamu.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa tersenyum kecut menanggapi ucapanmu. Kamu benar. Kita menunggu lama untuk bisa bertemu untuk sekadar bisa berbincang sambil menatap muka. Bahkan aku sudah terlanjur menganggap diriku sakit ketika bisa tertawa dan kesal bersama pesan yang kamu kirim lewat massanger.&lt;br /&gt;Tapi ketika bertemu, kita justru sibuk mencoba bicara orang yang entah sedang melakukan apa di tempat lain. Sesaat kita kehilangan kontak. Kita larut dalam hening. Entah dalam pikiran, atau entah dalam pembicaraan yang lain. Masing-masing kita sibuk dengan hape.&lt;br /&gt;Lalu kembali kamu menggugahku sore tadi.&lt;br /&gt;"Kamu ada satu kota denganku, tapi kenapa aku justru menghabiskan soreku dengan orang lain?" katamu.&lt;br /&gt;Inilah sebuah dunia yang cacat kataku. Ruang dan waktu tidak selamanya bersahabat. Seperti halnya bahasa dan kata yang tidak selamanya terucap.&lt;br /&gt;Seperti cerita suram dari Homo Jakartanensis-nya Seno. Orang menjadi begitu sibuk. Sampai tak tahu lagi apa yang dilakukan dalam kesehariannya. Orang sibuk mengantri di dimana-mana, tapi begitu sampai di depan justru bengong terlongong-longong dan bertanya,"Aku ngantri ngapain ya?"&lt;br /&gt;Aku jadi bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang kita pikir sehari-hari ya? Aku pakai segala macam cara untuk menyapamu. Jutaan huruf ada di otakku, tersusun rapi, kusiapkan teliti, untuk kuucapkan ketika kita bertemu. Tapi ketika bertemu, itu semuanya lenyap. Bukan karena aku tidak suka bertemu denganmu, tapi karena aku terlalu girang melihat wajahmu sampai aku lupa mengapa aku harus bertemu denganmu. Atau, yang kutakutkan jangan-jangan aku sudah terlalu menikmati bercakap denganmu sambil menatap layar monitor dan tebaran huruf-huruf celaka di dalamnya yang bikin kepalaku pening!&lt;br /&gt;Aku tahu kamu terusik seperti halnya aku.&lt;br /&gt;"Jadi, kita bertemu untuk apa ya?"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114338203493262178?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114338203493262178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114338203493262178' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114338203493262178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114338203493262178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/03/jadi-kita-bertemu-untuk-apa-ya.html' title='&quot;Jadi, kita bertemu untuk apa ya?&quot;'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114291761008937409</id><published>2006-03-21T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:55:34.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laras'/><title type='text'>Senja di atas Gazibu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;untuk kekasihku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru saja aku melihat senja&lt;br /&gt;senja yang sama&lt;br /&gt;seperti yang pernah kulihat&lt;br /&gt;sewarna rambut kekasihku beberapa bulan lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja itu masih sama seperti kemarin&lt;br /&gt;seperti kemarinnya&lt;br /&gt;dan seperti kemarinnya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja biasa&lt;br /&gt;dengan matahari yang kelelahan&lt;br /&gt;dengan sedikit mendung&lt;br /&gt;dan sedikit jingga yang menggantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja biasa&lt;br /&gt;tidak terang&lt;br /&gt;dan tidak pula gelap&lt;br /&gt;kadang ada bintang merah di ujungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang kalau aku beruntung&lt;br /&gt;ada selarik cahaya matahari&lt;br /&gt;yang terperangkap di sela awan&lt;br /&gt;terurai menjadi cahaya warna warni&lt;br /&gt;cahaya yang dulu selalu kuhayalkan dari surga&lt;br /&gt;dan kini kutahu hanya ada di Bulan Desember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja memang tidak biasa untukku&lt;br /&gt;sepenggal waktu&lt;br /&gt;berwarna oranye kemerahan&lt;br /&gt;karena matahari belum sepurna tertelan cakrawala&lt;br /&gt;dan terang belum beranjak sepenuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menatap senja&lt;br /&gt;menatap lukisan di kanvas langit barat&lt;br /&gt;ketika Sang Juru Taman menata bata&lt;br /&gt;untuk pagar tamanNya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114291761008937409?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114291761008937409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114291761008937409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114291761008937409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114291761008937409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/03/senja-di-atas-gazibu.html' title='Senja di atas Gazibu'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22501219.post-114018415502920546</id><published>2006-02-17T20:40:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T19:59:31.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Seorang Teman Lama</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Bulan pertama mengeluh, bulan kedua menggugat, dan bulan ketiga pasrah. "&lt;br /&gt;Begitu kata seorang teman lama yang kutemui kemarin malam. Sudah delapan bulan ini dia tinggal di Jakarta. Dia bekerja di sebuah LSM. Persamaan kami adalah sama-sama tidak menyukai Jakarta. Memang, bertemu teman lama memang menyenangkan. Mengobrol lama-lama sambil mengunyah-ngunyah kenangan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang tidak pernah menyukai Jakarta. Apalagi malam ini hujan deras. Alhasil aku batal pulang. Padahal, aku harus berkemas karena ini malam terakhirku di kota ini. Sudah sebulan aku di sini, tanpa berhasil menyukai kota ini barang sedikitpun. Mungkin satu-satunya kesenanganku dalam sebulan ini adalah bertemu teman-teman lama ketika aku nonton teater di TIM. Dalam bahasa temanku saat itu, pertemuan kami ibarat pertemuan dengan mantan pacar yang putusnya baik-baik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22501219-114018415502920546?l=obrolansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://obrolansenja.blogspot.com/feeds/114018415502920546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22501219&amp;postID=114018415502920546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114018415502920546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22501219/posts/default/114018415502920546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://obrolansenja.blogspot.com/2006/02/seorang-teman-lama.html' title='Seorang Teman Lama'/><author><name>suryasenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05163911084412764517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
